Kabid DLH Tebing Tinggi Ditahan Terkait Korupsi BBM Bersubsidi, Kerugian Negara Rp300 Juta

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEBINGTINGGI,SUARASUMUTONLINE.ID-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tebing Tinggi menetapkan Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, berinisial ZH, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Penetapan tersangka terhadap ZH diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tebingtinggi, Satria Abdi, didampingi Kasi Pidsus Danang Dermawan dan Kasi Intel Sai Sintong Purba dalam konferensi pers di lobi kejaksaan, Selasa (9/12) sekitar pukul 20.30 WIB.

Satria Abdi menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi belanja bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada anggaran tahun 2024.

“Bahwa tim penyidik telah mengumpulkan dua alat bukti untuk menetapkan ZH selaku Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun serta Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup Kota Tebing Tinggi sebagai tersangka,” ucapnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, pada anggaran 2024, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tebing Tinggi memiliki alokasi dana umum untuk belanja pemeliharaan alat angkutan darat bermotor penumpang berdasarkan DPA SKPD dan perubahan DPPA SKPD sebesar Rp1.421.810.000.

Baca Juga :  Pulihkan Hubungan Kekeluargaan, Perkara Penganiayaan Di Humbahas Diselesaikan Dengan Restoratif Justice

“Bahwa anggaran tersebut digunakan untuk belanja BBM kendaraan operasional persampahan yang awalnya dilaksanakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup selaku pengguna anggaran, memerintahkan Kabid PLB3K dan RTH selaku PPTK serta bendahara pengeluaran untuk melakukan belanja BBM kendaraan operasional persampahan dan ditetapkan pembelian BBM dilakukan di SPBU Kota Tebing Tinggi,” tuturnya.

PPTK atau tersangka, lanjutnya, kemudian membuat nota dinas laporan rencana kebutuhan belanja BBM kendaraan operasional persampahan berupa truk angkutan sampah dan pikap. Nota tersebut memuat nomor polisi, jenis kendaraan, dan rencana kebutuhan BBM.

Selanjutnya, pengawas BBM Dinas Lingkungan Hidup melakukan pembelian BBM bersubsidi yang boleh digunakan, yakni Biosolar dan Pertalite.

“Jadi dua jenis inilah BBM bersubsidi yang digunakan untuk truk persampahan dan pikap. Di SPBU, sopir kendaraan hanya membawa mobil, sedangkan pengawas BBM yang membayarkan pembelian dengan menunjukkan barcode kendaraan. Setelahnya, pengawas memberikan struk BBM kepada PPTK atau tersangka,” ujarnya.

Baca Juga :  MA Tolak PK Eks Direktur PDAM Tirtasari Binjai, Vonis 2,5 Tahun Penjara Tetap Berlaku

Menurutnya, akibat perbuatan tersangka yang tidak menjalankan tugas untuk memastikan kebenaran pengisian BBM, negara mengalami kerugian sekitar Rp300 juta. Ia juga menyebut tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ZH ditahan selama 20 hari terhitung sejak hari ini. Tersangka disangkakan Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 Ayat 1 Huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” tuturnya.

Sementara itu, ZH kepada wartawan menyampaikan bahwa dirinya merasa seperti dijebak sehingga seluruh pertanggungjawaban diarahkan kepadanya.

“Ya, kita nggak ngerti lah pemikiran ini gimana. Sehingga pertanggungjawaban itu mengarah ke saya,” katanya.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Eks Pejabat PT Inalum Didakwa Korupsi Rp 141 Miliar
Kompol Dedi Resmi Dipecat Usai Viral Kasus Narkoba
Kejari Dituding Peras Kontraktor, Kejatisu; Tunggu Klarifikasi NTT, Kedepankan Praduga Tak Bersalah
KPK Periksa 7 Saksi Korupsi Jalan Sumut; Dari Kasatker Hingga PPK BBPJN
Aliansi Masyarakat Cerdas Demo Kejatisu, Tuntut Jaksa Madina diduga Selingkuh Dicopot
Kejati Sumut Respon Cepat, Periksa Jaksa MP Usai Demo Dugaan Perselingkuhan di Madina
Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 1,2 Miliar Eks Ketua KPU Tanjungbalai Mulai Disidangkan
Anggota Bawaslu Gunungsitoli Dituntut 2 Tahun Penjara Kasus Pungli Rp 5 Juta
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

3 Eks Pejabat PT Inalum Didakwa Korupsi Rp 141 Miliar

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:29 WIB

Kompol Dedi Resmi Dipecat Usai Viral Kasus Narkoba

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

KPK Periksa 7 Saksi Korupsi Jalan Sumut; Dari Kasatker Hingga PPK BBPJN

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:18 WIB

Aliansi Masyarakat Cerdas Demo Kejatisu, Tuntut Jaksa Madina diduga Selingkuh Dicopot

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:05 WIB

Kejati Sumut Respon Cepat, Periksa Jaksa MP Usai Demo Dugaan Perselingkuhan di Madina

Berita Terbaru

Hukum

3 Eks Pejabat PT Inalum Didakwa Korupsi Rp 141 Miliar

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Hukum

Kompol Dedi Resmi Dipecat Usai Viral Kasus Narkoba

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:29 WIB