Pedagang Eceran Mulai Naik Tahta, Membanrol Pertalite seharga Rp50 Ribu per 1,8 Liter

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE. ID – Sepertinya, intruksi dari Pertamina dan Aparat kepolisian untuk tidak semena-mena menaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite tidak di indahkan, terlihat di beberapa tempat pedagang eceran dijual seharga Rp50.000 per 1,8 liter oleh pedagang eceran di Kabupaten Deli Serdang, Rabu (3/12).

Harga ini jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga resmi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yakni hanya sekitar Rp18.000 untuk volume yang sama.

Terlihat, harga pertalite yang dijual dengan harga tinggi terjadi di beberapa titik. Di antaranya di Kecamatan Tanjung Morawa, Lubuk Pakam, dan Beringin.

Di Tanjung Morawa, harga per 1,8 liter mencapai Rp50.000. Sementara di Lubuk Pakam di kisaran Rp30.000, dan di Kecamatan Beringin harganya sekitar Rp25.000.

Baca Juga :  Bobby Nasution Pastikan Fasilitas AFF U-19 2026 di Sumut di Atas Standar

Seorang pedagang pertalite eceran mengatakan ia mematok harga mahal karena pembeli tidak perlu mengantre lama.

“Kalau mau cepat, beli di sini Rp 50.000. Kalau mau murah, antre lah di SPBU sampai berjam-jam. Jadi, wajar saya jual Rp50.000 karena saya antre sampai setengah hari di SPBU Perbaungan,” kata seorang pedagang di Tanjung Morawa.

Seorang warga, sekaligus pengendara saat ditanya mengenai harga pertalite eceran yang dibanderol mahal, justru mempertanyakan bagaimana pedagang bisa dengan mudah mendapatkan BBM dalam jumlah besar untuk dijual kembali secara eceran.

“Bagaimana bisa warga menjual bebas bensin eceran? Fenomena ini justru semakin membuat BBM semakin langka,” kata seorang warga Jalan Imam Bonjol Lubuk Pakam, Ronny, 54 tahun.

Baca Juga :  Peringatan Hari Ulang Tahun Bidang Pidana Khusus Kejaksaan R.I Ke-43

Ronny menduga pedagang bensin eceran memodifikasi sepeda motor atau mobilnya agar menampung bensin dalam jumlah banyak.

“Dugaannya, mereka (pedagang) menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi agar mampu menampung Pertalite dalam kapasitas lebih banyak. Kemudian mengalirkannya melalui keran khusus ke botol-botol eceran. Disebut-sebut, pengisian penuh satu sepeda motor bisa mencapai Rp250.000,” ujarnya.

Ia berharap pihak kepolisian dan instansi terkait segera melakukan penertiban dan penindakan.

“Harus ditindak yang seperti ini agar keadaan segera kembali normal dan distribusi BBM dapat diawasi lebih ketat,” ucapnya.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengadaan Internet Diskominfo Medan Rp15 Miliar Disorot, Pembagian 15 Paket Dipertanyakan
Ketum PWI Pusat Hadir di Family Gathering PWI Sumut
Sengketa Lahan PT Bridgestone di Sipispis Sergai Berlangsung Sejak 1998
Puluhan Motor dan Truk Dibakar, Buntut Konflik Lahan di Sergai
Wali Kota Binjai Audiensi dengan Kajati Sumut
Sepekan Pasca Aksi Damai, LMP MBG Optimis Presiden Prabowo Perbaikan Program MBG
Warga Sumut Apresiasi Kejati Sumut Tindaklanjuti Laporan Dugaan Korupsi di Bapenda Medan
Kapolri Ganti Direskrimum Polda Sumut
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:09 WIB

Pengadaan Internet Diskominfo Medan Rp15 Miliar Disorot, Pembagian 15 Paket Dipertanyakan

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ketum PWI Pusat Hadir di Family Gathering PWI Sumut

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:35 WIB

Sengketa Lahan PT Bridgestone di Sipispis Sergai Berlangsung Sejak 1998

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:32 WIB

Puluhan Motor dan Truk Dibakar, Buntut Konflik Lahan di Sergai

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wali Kota Binjai Audiensi dengan Kajati Sumut

Berita Terbaru

Berita

Ketum PWI Pusat Hadir di Family Gathering PWI Sumut

Jumat, 26 Jun 2026 - 13:45 WIB