TAPANULI UTARA,SUARASUMUTONLINE.ID – Seminggu pasca bencana banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara, jalur Tarutung-Sibolga penghubung Kabupaten Tapanuli Utara- Tapanuli Tengah (Tapteng) masih lumpuh, tidak bisa dilalui kendaraan.
Kapolres Taput, AKBP Ernis Sitinjak melalui Kasi Humas Aiptu Walpon Barimbing menyampaikan, jalur utama penghubung kedua kabupaten itu hingga Senin (01/12) malam, yang sudah bisa dilalui kendaraan masih sampai KM 39, Dusun Parsikkaman, Desa Pagaran Lambung, Kecamatan Adian Koting.
“Upaya pembersihan material longsor menggunakan alat berat yang menutupi jalur Tarutung-Sibolga masih sampai Desa Pagaran Lambung. Diperkirakan terdapat 65 titik longsor di sepanjang jalur Tarutung menuju perbatasan Sibolga,” kata Aiptu Walpon Barimbing Senin (01/12) malam.
Barimbing mengatakan, banyaknya titik longsor di sepanjang jalur Tarutung-Sibolga berdampak pada alat berat tidak bisa leluasa bekerja.
Sebanyak 65 titik longsor yang menimbun jalan nasional itu belum terhitung titik longsor dari arah Sibolga menuju Tapanuli Utara.
Sementara saat ini, alat berat yang bekerja untuk membersihkan material longsor cuma 4 unit.
“Jika jalur Tarutung-Sibolga ingin segera tembus, maka dibutuhkan lebih banyak bantuan alat berat untuk membersihkan material longsor,” kata Aiptu Barimbing.
Diperkirakan masih banyak korban meninggal tertimbun longsor di sepanjang jalur Tarutung-Sibolga.
Jumlah korban meninggal dunia hingga Minggu (30/11) bertambah jadi 30, sementara 19 lainnya hilang.
Penulis : Yuli









