Batang Toru Tapsel Babak Belur Diterpa Banjir, WALHI Sumut: Perusahaan yang Main Babat, Warga Kena Azabnya

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Banjir bandang dan longsor di kawasan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) makin kelihatan bukan sekadar musibah biasa.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumut menuding bahwa bencana ini bukan hanya karena faktor alam, namun karena perusahaan yang diduga main babat hutan tanpa peduli risiko.

Gelondongan kayu yang hanyut dalam video viral di media sosial jadi bukti. Kayu-kayu besar itu meluncur mengikuti arus sungai, menguatkan dugaan publik bahwa ada pembukaan hutan brutal di hulu.

“Ini jelas bukan kayu jatuh sendiri,” begitu komentar warga yang kesal melihat air menyeret batang pohon seperti sampah.

Menurut WALHI, tujuh perusahaan besar diduga kuat menjadi biang kerok kerusakan ekologis di Harangan Tapanuli.

Ketujuh perusahaan itu yakni PT Agincourt Resources, PLTA Batang Toru/NSHE, PT Pahae Julu Micro-Hydro Power, PT SOL Geothermal Indonesia, PT Toba Pulp Lestari (TPL), PT Sago Nauli Plantation, dan PTPN III Batang Toru Estate.

Baca Juga :  Libur Nataru, Tarif Tol Indrapura-Kisaran akan Didiskon

Semuanya dinilai ikut menggerus hutan di daerah tangkapan air Batang Toru yang selama ratusan tahun jadi benteng alami penahan banjir.

Gara-gara itu delapan kabupaten/kota terdampak, 51 desa porak-poranda, ratusan rumah rusak, hingga aktivitas ekonomi lumpuh total. Sungai yang biasanya jernih berubah cokelat pekat. Infrastruktur amblas. Warga kehilangan tempat ibadah dan fasilitas umum.

“Ini bukan takdir, ini akibat bisnis rakus yang dibiarkan,” tegas Direktur WALHI Sumut, Rianda Purba, kemarin di Medan.

WALHI menyoroti operasi tambang dan proyek energi sebagai pemicu paling parah. Tambang Emas Martabe disebut mengubah ratusan hektare tutupan hutan dalam sembilan tahun terakhir. Fasilitas pembuangan tailing yang dekat sungai juga bikin warga sering mengeluh air keruh tiap hujan deras. Sementara proyek PLTA Batang Toru menebangi lebih dari 350 hektare hutan dan meninggalkan tumpukan material galian yang rawan longsor.

Baca Juga :  Selain Dicabut Izin, 28 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Terancam Sanksi

TPL yang sejak lama mengonversi hutan alam jadi kebun eukaliptus juga masuk sorotan. Ekspansinya dinilai memutus jalur satwa, mengeringkan sumber air, dan memicu konflik dengan masyarakat adat. Perluasan kebun sawit oleh Sago Nauli Plantation serta PTPN III makin memperparah hilangnya pohon penyangga lereng.

“Negara ikut andil karena memberi izin perubahan fungsi kawasan hutan. Dua dekade terakhir, Tapanuli diperlakukan seperti halaman belakang industri,” kata Rianda.

WALHI menegaskan bencana kali ini adalah alarm keras bahwa kerusakan ekologis sudah lewat batas. Mereka menuntut pemerintah menghentikan seluruh aktivitas ekstraktif di Harangan Tapanuli, menghukum perusahaan perusak, dan memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.

“Alam sudah buka semua kebohongannya. Kalau negara tetap cuek, bencana kayak gini akan terus nyapa warga,” tutup Rianda.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinas SDABMBK Medan Jemput Bola Tangani Infrastruktur
Pimpinan Dewan Dukung Perdamaian Kasus AT, Dorong Polrestabes Medan Terapkan RJ
Haornas 2026: Kejuaraan Catur SIWO PWI–STOK Binaguna Medan Siap Digelar
Gubernur Bobby Nasution Wujudkan Impian SMPN 4 Sitolu Ori Miliki Gedung Permanen
DPRD Sumut Bongkar: PT Tun Sewindu Diduga Kuasai Hutan Lindung Tanpa Izin Kementerian
21 Paket Proyek Dinkes Asahan Rp.5,4 Miliar Disorot
Taman Buah Deli Serdang Riuh Dengan Rianh Anak-anak
Kabag Kesra Pemkab Deliserdang Bantah Isu Pengadaan Jilbab Rp525 Juta Libatkan Istri Bupati dan Bendahara PKK
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Dinas SDABMBK Medan Jemput Bola Tangani Infrastruktur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Pimpinan Dewan Dukung Perdamaian Kasus AT, Dorong Polrestabes Medan Terapkan RJ

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Haornas 2026: Kejuaraan Catur SIWO PWI–STOK Binaguna Medan Siap Digelar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Gubernur Bobby Nasution Wujudkan Impian SMPN 4 Sitolu Ori Miliki Gedung Permanen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:45 WIB

DPRD Sumut Bongkar: PT Tun Sewindu Diduga Kuasai Hutan Lindung Tanpa Izin Kementerian

Berita Terbaru

Berita

Dinas SDABMBK Medan Jemput Bola Tangani Infrastruktur

Jumat, 7 Agu 2026 - 21:03 WIB