MEDAN, SUARASUMUTONLINR. ID – Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang, Pemprov Sumut di minta untuk mengendalikan harga komoditi pangan yang mulai merangkak naik.
Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti, menegaskan pentingnya stabilitas harga pangan menjelang akhir tahun, khususnya pada suasana Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut harus melakukan antisipasi terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok maupun pangan secara optimal.
“Kita mendesak Pemprovsu, khususnya Disperindag dan Satgas Pangan untuk bergerak cepat melakukan antisipasi dari potensi kenaikan harga pangan menjelang Nataru,” katanya kepada wartawan, Senin (24/11)..
Ia menilai, hal tersebut harus segera dilakukan agar masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan bahan pokok ataupun pangan menjelang akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026.
Ia menegaskan pentingnya langkah proaktif dalam memantau ketersediaan bahan pangan utama, khususnya beras, cabai merah, dan bawang merah yang sebelumnya mengalami lonjakan harga.
Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Sumut pada triwulan terakhir meningkat sekitar 5,2 persen. Sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok cabai dan bawang merah.
“Biasanya pada momentum Nataru itu permintaan sembako meningkat tajam. Jika tidak dikendalikan dengan baik, itu akan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi. Makanya pengawasan ketat terhadap distribusi dan penyaluran bahan pangan sangat penting,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyarankan Pemprovsu melakukan operasi pasar untuk mencegah potensi terjadinya kenaikan harga bahan pokok dan pangan menjelang Nataru.
“Penguatan terhadap distributor dan penyalur nakal harus menjadi prioritas agar tidak ada spekulan yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara sepihak,” kata politisi PAN itu.
Penulis : Youlie









