MANDAILING NATAL, SSOL.ID – Koalisi Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal (Komandan Madina) menyoroti dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Sungai Bubu, Desa Ranto Panjang, kawasan Sulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.
Ketua Umum Komandan Madina, Robi Nasution, mengatakan berdasarkan pemantauan timnya, aktivitas PETI diduga masih marak di Kotanopan, Lingga Bayu, Batang Natal, dan Muara Batang Gadis. Di Sungai Bubu, belasan alat berat jenis excavator diduga masih beroperasi.
“Belasan excavator diduga masih beroperasi. Bagaimana aktivitas sebanyak itu masih bisa berlangsung. Aparat Penegak Hukum jangan tutup mata,” ujar Robi.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi evaluasi efektivitas Satgas PETI. Penanganan PETI diminta tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi mengungkap aktor di baliknya.
“Satgas PETI harus profesional. Tidak ada tebang pilih, tindak dan proses hukum siapa pun yang terlibat,” tegasnya.
Komandan Madina mengaku menerima informasi dugaan keterlibatan sejumlah pihak berinisial IKT, ARN, SJ, ADMK, IWN, DYN, S, dan A. Robi menegaskan penyebutan inisial bukan vonis, melainkan informasi yang perlu didalami aparat penegak hukum.
Selain itu, pihaknya juga menerima informasi dugaan keterlibatan oknum Polri di Polres Madina dan Polda Sumut, serta dugaan oknum TNI aktif di Kodim 0212/Tapsel dan Kodam I/BB.
Robi mendesak Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB memeriksa secara objektif dan transparan. Ia memastikan akan menyampaikan aspirasi langsung di depan Polda Sumut dan Kodam I/BB.
Penulis : Hotman








