MEDAN, SSOL.ID – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut membantah isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menjadi penyebab terganggunya distribusi BBM di sejumlah SPBU di Sumatera Utara beberapa hari terakhir.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi menegaskan, pembenahan yang dilakukan hanya berupa evaluasi terhadap awak mobil tangki yang dinilai tidak memenuhi persyaratan dan memiliki kinerja kurang baik.
Ia juga membantah kabar di media sosial terkait adanya mogok kerja sopir mobil tangki.
Tambah 41 Awak Mobil Tangki dari Luar Daerah
Untuk mengatasi keterlambatan distribusi, Pertamina mendatangkan 41 awak mobil tangki dari luar wilayah Sumbagut.
Jumlah armada juga diperkuat dengan penambahan mobil tangki melalui skema spot charter.
“Upaya ini dilakukan agar penyaluran BBM ke masyarakat tidak terhambat dan pelayanan di SPBU kembali normal,” kata Sunardi, Jumat (17/7/2026).
Menurut Sunardi, hingga Selasa malam distribusi BBM ke SPBU di Sumut mencapai sekitar 6.000 kiloliter. Angka itu meningkat dibandingkan kondisi normal yang berkisar 5.400 kiloliter per hari.
Pertamina menargetkan gangguan distribusi BBM di Sumut dapat pulih sepenuhnya dalam waktu dua hari ke depan.
Penulis : Wahyu Danil









