MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Kenaikan jumlah siswa yang lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi tahun ini menjadi catatan penting bagi SMA Negeri 2 Medan. Selain jumlah yang meningkat signifikan dari tahun sebelumnya, sebaran kampus tujuan juga semakin luas hingga ke luar Sumatera Utara.
Kepala SMAN 2 Medan, Marsito, mengaku capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut peningkatan signifikan di tahun ketiganya menjabat bukan sesuatu yang instan, melainkan hasil penguatan sistem dan kerja tim.
“Yang pertama tentu kami merasa bersyukur. Ini kerja keras tim yang sudah lama dilakukan, dan ada penguatan sejak saya masuk ke sini. Tim ini sudah bekerja maksimal,” ujarnya kepada Sabtu (11/4).
Menurutnya, lonjakan tahun ini terasa paling mencolok dibanding dua tahun sebelumnya. Selain jumlah yang meningkat tajam, distribusi siswa yang diterima juga lebih beragam, termasuk ke perguruan tinggi di luar provinsi. Hal ini menunjukkan keberanian siswa untuk bersaing secara nasional.
Ia menegaskan bahwa perannya lebih sebagai pemicu dan pemberi dorongan, sementara keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja tim sekolah, khususnya dalam pembinaan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Marsito juga mengingatkan bahwa SNBP bukan satu-satunya jalan menuju perguruan tinggi. Ia menekankan kepada siswa yang belum berhasil agar tidak berkecil hati.
“Saya selalu katakan kepada mereka, ini hanya pintu masuk. SNBP dan SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) itu sama kelasnya. Semua mereka punya peluang yang sama,” katanya.
Ia mendorong siswa untuk tetap berjuang melalui jalur tes maupun jalur mandiri yang masih terbuka. Bahkan, bagi yang belum berkesempatan melanjutkan kuliah tahun ini, ia memastikan sekolah tetap memberikan motivasi agar tetap optimistis terhadap masa depan.
Lebih lanjut, Marsito berharap siswa yang telah diterima dapat menjaga performa akademik serta nama baik sekolah di perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan mereka akan menjadi tolok ukur sekaligus membuka jalan bagi adik kelas di masa mendatang.
“Kalau mereka menunjukkan prestasi baik, itu bisa mempermudah jalan adik-adiknya nanti,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya objektivitas guru dalam memberikan penilaian. Ia dengan tegas menolak adanya perlakuan istimewa yang dapat merugikan siswa lain.
“Anak yang memang pintar harus tetap paling pintar. Tidak boleh hanya karena menolong seseorang, anak yang pintar ini bisa menurun. Itu tidak berkeadilan, itu saya larang benar,” ucapnya menegaskan.
Untuk siswa kelas X dan XI, ia juga mengingatkan bahwa persiapan SNBP tidak bisa instan. Konsistensi nilai menjadi kunci utama, didukung peran orang tua dalam menjaga stabilitas prestasi anak.
Sekolah sendiri, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan, termasuk tambahan pembelajaran gratis bagi siswa kelas XII guna menghadapi berbagai jalur seleksi masuk perguruan tinggi.
Berdasarkan data resmi sekolah, pada tahun ajaran 2025–2026, sebanyak 42 siswa SMAN 2 Medan berhasil lolos SNBP ke berbagai perguruan tinggi ternama.
Rinciannya yakni 24 siswa di Universitas Sumatera Utara, 3 siswa di Institut Pertanian Bogor, 2 di Universitas Hasanuddin, 2 di Universitas Negeri Medan, 2 di Politeknik Negeri Medan, serta masing-masing satu siswa di Institut Teknologi Sumatera, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Diponegoro, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Padjadjaran, Universitas Syiah Kuala, Universitas Udayana, dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan.
Program studi yang dipilih pun beragam, mulai dari Kedokteran, Teknik Informatika, Hukum, hingga bidang vokasi seperti Administrasi Perkantoran Digital dan Teknologi Rekayasa Instrumentasi.
Penulis : Yuli









