Kebijakan Bobby Dinilai Beratkan Warga, Aceh Malah Jadi Pilihan Baru Bayar Pajak!

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Fenomena unik sedang terjadi di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh. Warga yang sebelumnya menggunakan plat BK (Sumatera Utara) kini ramai-ramai memindahkan kendaraan mereka menjadi plat BL (Aceh).

Langkah ini disebut-sebut sebagai bentuk “protes halus” terhadap kebijakan baru Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, yang dinilai memberatkan wajib pajak kendaraan.

Pemandangan antrean panjang kini terlihat di halaman Samsat Banda Aceh. Petugas tampak sibuk melayani permohonan mutasi plat kendaraan dari BK ke BL, dan fenomena ini bahkan viral di media sosial lewat unggahan akun Lagu Aceh Awai.

“Yang disuruh Bobi ubah plat BL ke BK. Alhamdulillah orang Aceh mulai faham. Akhirnya yang BK diubah ke BL,” tulis akun tersebut, disertai tawa warganet yang menilai kebijakan Bobby justru berbalik arah.

Unggahan itu menuai ribuan komentar dukungan. Banyak netizen menilai bahwa Aceh kini tampil lebih ramah pajak, sementara aturan baru di Sumut justru dianggap “mencekik”.

Baca Juga :  Jalinan Silaturahmi dan Kekeluargaan, Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Buka Puasa Bersama DPD Partai Demokrat Sumut

Pendapatan Pajak Sumut Seret, Aceh Justru Panen Simpati

Dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut, realisasi penerimaan pajak kendaraan pada triwulan III tahun 2025 hanya mencapai 57 persen dari target.

Kebijakan baru yang diterapkan Pemprov Sumut disebut menjadi faktor utama lesunya penerimaan daerah.

“Akibat aturan Gubernur Sumut, warga Aceh malah berbondong-bondong ke Samsat mereka sendiri. Plat BK ditinggal, BL disayang,” sindir seorang warga.

Sementara itu, Kepala UPTD Wilayah I Samsat Banda Aceh, Rahmat, menyatakan bahwa pihaknya terus memberikan pelayanan yang humanis dan memudahkan masyarakat.

Program pemutihan pajak dan bebas biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II menjadi daya tarik utama bagi warga.

“Membayar pajak bukan hal menakutkan. Ini bentuk kebanggaan warga Aceh dalam berkontribusi untuk daerahnya sendiri,” ujar Rahmat.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Rapat Paripurna RPJMD Kota Tanjungbalai 2025-2029 dan Ranperda Pelaksanaan APBD 2024

Di beberapa titik di Banda Aceh, spanduk bertuliskan “Mutasi Plat BK ke BL Gratis!” mulai bermunculan, menandakan antusiasme tinggi masyarakat.

Sebaliknya, di wilayah Sumatera Utara, program serupa dinilai kurang gaung. Sosialisasi minim, bahkan sejumlah sumber menyebut anggaran kegiatan pelayanan pajak tidak transparan.

“Katanya tenda pemutihan di Medan Selatan saja biayanya Rp40 juta, tapi tidak jelas peruntukannya,” ungkap sumber internal Samsat.

Sindiran untuk Sumut, Senyum untuk Aceh

Fenomena “BK ke BL” kini menjadi cermin kontras dua kebijakan daerah. Di satu sisi, Aceh menunjukkan pendekatan pelayanan publik yang ramah, persuasif, dan memanusiakan wajib pajak.

Sementara di sisi lain, Sumatera Utara justru menghadapi tantangan kepercayaan publik dan penurunan target PAD.

Di tengah derasnya arus kendaraan yang “pindah alamat pajak”, masyarakat berharap agar pemerintah daerah kembali menempatkan pelayanan publik di atas kepentingan angka dan target.

Penulis : Yoelie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai Bersama Ribuan Warga Laksanakan Sholat Ied di Alun Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah
Ketua Senkom Sumut Kunjungi Pos Pengamanan Alun-Alun Sergai
Buka Puasa Bersama PWI Tanjungbalai, Wali Kota Mahyaruddin Salim: Momentum Pererat Silaturahmi dan Solidaritas Insan Pers Wujudkan Visi Tanjungbalai EMAS
Wali Kota Mahyaruddin Salim Bersama Forkopimda Tanjungbalai Tinjau Pos Pengamanan dan Pelayanan Lebaran
Desakan Pemindahan Rahmadi ke Nusa Kambangan Dinilai Berlebihan dan Sarat Kepentingan
Pengunjung Diskotek Blue Night di Langkat yang terjaring razia BNNP Sumut
Toke Bangunan Tanpa PBG Rajawali Anggar Beking
Dana Nasabah BNI Cabang Rantau Prapat Rp 28,5 M Diduga Raib
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:19 WIB

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai Bersama Ribuan Warga Laksanakan Sholat Ied di Alun Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:24 WIB

Ketua Senkom Sumut Kunjungi Pos Pengamanan Alun-Alun Sergai

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:39 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Bersama Forkopimda Tanjungbalai Tinjau Pos Pengamanan dan Pelayanan Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:37 WIB

Desakan Pemindahan Rahmadi ke Nusa Kambangan Dinilai Berlebihan dan Sarat Kepentingan

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:00 WIB

Pengunjung Diskotek Blue Night di Langkat yang terjaring razia BNNP Sumut

Berita Terbaru

Berita

Jabidi Ritonga : Perkuat Solidaritas dan Kaderisasi NU

Kamis, 19 Mar 2026 - 16:50 WIB