Yayasan Rumah Ceria Medan Mendorong Pendidikan Kemandirian Anak-Anak Disabilitas melalui Program Kemah Inklusif

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID- Kehadiran Yayasan Rumah Ceria Medan (YRCM) di tengah masyarakat, berasal dari rasa keprihatinan seseorang yang menjadi pendiri (founder) dari YRCM terhadap kesenjangan anak-anak disabilitas di Kota Medan. Kesenjangan yang dimaksud adalah cara untuk mendapatkan dukungan akses yang sama dalam belajar, seperti anak-anak non-disabilitas lainnya.

Yuli Yanika, juga akrab dipanggil Uye adalah founder dari YRCM. Dalam mendirikan YRCM hingga saat ini, Uye dibantu oleh teman lamanya ketika berada di komunitas difabel, yaitu Risa Riskayanti yang sampai saat ini juga menjadi wakil pendiri (co-founder) dan sekretaris di yayasan tersebut. Co-Founder dari yayasan ini merupakan alumni mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2011.

Semenjak didirikan pada tahun 2019, YRCM bukan hanya sebagai sarana pendidikan sekolah untuk anak-anak disabilitas, maupun juga anak-anak non-disabilitas yang kurang mampu secara ekonomi. Dalam mendukung pendampingan, pendidikan, dan pemberdayaan anak-anak disabilitas, YRCM telah membentuk beberapa program kegiatan di luar kegiatan persekolahan, salah satunya adalah program kemah inklusif.

Program kemah inklusif menjadi salah satu perwujudan visi YRCM untuk mendorong sistem pembelajaran yang berbasis sekolah alam. Dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan di alam terbuka, dengan melakukan perkemahan selama 3 hari dan 2 malam dengan beragam kegiatan edukasi.

Baca Juga :  SMAN 3 Medan Bidik Kampus Luar Negeri

Bukan hanya bermanfaat bagi anak-anak disabilitas dan non-disabilitas yang dibimbing YRCM, program ini juga membuka penerimaan sukarelawan (volunteer). Penerimaan volunteer dari program ini memberikan beberapa manfaat, seperti keterampilan komunikasi dan kesadaran aksesibilitas, pengalaman inspiratif dan kreatif, keterampilan psikososial, menjadi juru bahasa isyarat bagi peserta bimbingan tuli, hingga sertifikat pendidikan dasar.

Dinda, sebagai salah satu pengurus YRCM, menjelaskan tujuan dari program kemah inklusif yang bertujuan untuk mendukung pelatihan kemandirian, sosialisasi, hingga melatih stimulus sensor anak-anak pendampingan YRCM.

“Kemah ini tentunya untuk melatih kemandirian mereka, sosialisasinya mereka, hingga melatih stimulus sensornya mereka. Jadi, program ini membantu mereka untuk bagaimana berkembang di tempat baru, dengan belajar untuk menyesuaikan diri,” jelasnya.

Pada hari pertama, program kemah inklusif dimulai dengan beberapa kegiatan, seperti pembukaan acara dan upacara, serta belajar dalam mendirikan tenda sebagai tempat tinggal anak-anak selama 3 hari. Di hari tersebut, edukasi yang pertama diberikan kepada anak-anak adalah belajar tentang kepemimpinan (leadership).

Selanjutnya, pada hari kedua, anak-anak yang didampingi akan diberikan edukasi seksual anak dan remaja, edukasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), serta edukasi bahasa isyarat dan aksesibilitasnya.

Pada hari terakhir, di hari ketiga, anak-anak yang didampingi akan diajarkan untuk bertanggung jawab dalam merapikan tenda dan barang-barang yang ada di dalamnya. Setelah menyelesaikan semua perlengkapan, anak-anak akan diajak untuk melakukan kegiatan “Goes to School”, dengan bertujuan untuk melakukan edukasi seksual dan bahasa isyarat di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang ada di sekitar lokasi program kemah inklusif. Dalam pelaksanaannya, kedua materi edukasi tersebut akan dipresentasikan langsung oleh anak-anak disabilitas yang didampingi oleh YRCM.

Baca Juga :  SMP Swasta Taman Siswa Tapiandolok Gelar Ujian Lancar, Desak Pemerintah Bantu Sarpras

“Di hari terakhir, biasanya setelah kegiatan ‘Goes to School’, mereka [anak-anak bimbingan YRCM] akan diajak untuk penjelajahan alam, seperti ke sungai. Jadi, di sana anak-anak akan bersenang-senang dan rileks ketika di sungai, serta bermain air dengan teman-temannya,” tambah Dinda.

Sebagai penutup, Dinda mengungkapkan harapan kedepannya kepada anak-anak disabilitas dan non-disabilitas agar dapat beradaptasi di lingkungan sekitarnya tanpa mengalami kesulitan.

“Harapannya dengan diadakannya kemah inklusif ini, anak anak bisa belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, suasana baru, atau tempat baru. Jadi, dengan mereka dilatih untuk berkenalan dengan alam, mereka dapat melewati hal tersebut dengan mudah dan tersimpan di ingatan mereka kalau ternyata mereka bisa melakukannya dan paham kalau hal tersebut bisa dilakukan,” tutupnya.

 

Penulis : Michael Sitorus

Editor : Yulinda Rahima

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Skandal Perselingkuhan dan KDRT: Kaprodi S3 UIN Sumut Dilaporkan ke Polisi
Korwil Pendidikan Hatonduhan Diduga Absen Saat Jam Dinas, Pengawas Sekolah kosong
Sergai Buka 270 Kuota Sekolah Rakyat Gratis untuk Anak Keluarga Miskin
SMAN 14 Medan Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026
Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu
SMP Swasta Taman Siswa Tapiandolok Gelar Ujian Lancar, Desak Pemerintah Bantu Sarpras
Bimtek Dana BOSP Digelar di Medan, Dinas Pendidikan Sumut Soroti Profesionalisme ASN
110 Orang Siswa/I MA Al-Mukhlisihin Lulus SPAN PTKIN Dan 93 Orang SMA Negeri 1 Barumun
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:02 WIB

Dugaan Skandal Perselingkuhan dan KDRT: Kaprodi S3 UIN Sumut Dilaporkan ke Polisi

Senin, 25 Mei 2026 - 19:27 WIB

Korwil Pendidikan Hatonduhan Diduga Absen Saat Jam Dinas, Pengawas Sekolah kosong

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:41 WIB

Sergai Buka 270 Kuota Sekolah Rakyat Gratis untuk Anak Keluarga Miskin

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:29 WIB

SMAN 14 Medan Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:03 WIB

Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu

Berita Terbaru

Nasional

Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur

Senin, 22 Jun 2026 - 22:57 WIB