Miris, Bantuan Empat Warga Kurang Mampu di Medan di duga ” Disunat” Kepling

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Nasib memilukan dialami empat warga kurang mampu yang tinggal di Jalan Bajak I, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Mereka mengaku menjadi korban dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh Kepala Lingkungan (Kepling) berinisial NA.

Keempat warga tersebut mengaku uang bantuan sosial yang mereka terima tidak utuh. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang seharusnya sebesar Rp900 ribu diduga dipotong hingga Rp400 ribu oleh oknum kepling tersebut.

Salah seorang warga, Syahida Lubis (52), menceritakan bahwa dirinya awalnya tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah bantuan yang seharusnya diterima. Ia hanya diminta menyerahkan dokumen berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh kepling setempat untuk keperluan pendataan penerima bantuan.

Baca Juga :  Brimob Polda Sumut Gelar Minggu Kasih

Karena tidak mendapat penjelasan rinci terkait nominal bantuan, Syahida pun mengikuti arahan tersebut. Namun, saat bantuan diserahkan, dirinya hanya menerima uang sebesar Rp500 ribu.

“Awalnya saya tidak tahu berapa jumlah bantuan itu. Saya cuma diminta kasih KK dan KTP. Waktu uangnya diberikan, saya terima Rp500 ribu,” ujar Syahida kepada wartawan, Minggu (8/3).

Kecurigaan muncul setelah Syahida berbincang dengan warga lain di lingkungannya. Dari percakapan tersebut ia mengetahui bahwa bantuan BLT Kesra yang diterima warga seharusnya mencapai Rp900 ribu.

“Taunya dari warga lain. Mereka bilang bantuan Kesra itu Rp900 ribu. Kok saya cuma terima Rp500 ribu,” katanya.

Merasa ada kejanggalan, Syahida kemudian mencoba menghubungi kepling melalui pesan singkat (SMS) untuk menanyakan hal tersebut. Namun hingga kini pesan yang dikirimnya tidak mendapatkan balasan.

Baca Juga :  Walikota Medan Buka Forum Pangan Nasional

“Pas saya SMS dia, tidak dibalas sama sekali,” tambahnya dengan nada kecewa.

Tidak hanya Syahida, tiga warga lainnya di kawasan tersebut juga mengaku mengalami hal yang sama. Mereka mengklaim menerima bantuan dengan nominal yang lebih kecil dari yang seharusnya.

Para warga berharap pemerintah Kota Medan dan pihak terkait dapat turun tangan untuk menelusuri dugaan pungli tersebut. Mereka meminta agar bantuan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu benar-benar disalurkan secara utuh tanpa adanya potongan oleh pihak manapun.

Kasus dugaan pungli bantuan sosial ini pun menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang sangat bergantung pada bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sambut Gembira Rencana Perbaikan Jalan di Depan SMAN 21 Medan oleh Dinas SDABMBK kota Medan
Kemenimipas Tinjau Klinik, Dapur Sehat dan Program Pembinaan di Rutan Kelas I Medan
Pangdam I/BB dan Wali Kota Medan Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Akses Polonia-Johor-Maimun Kembali Terbuka
Diduga Langgar Kode Etik, Oknum ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Rico Waas Ultimatum Dirut PUD Pasar: Tinggalkan Cara Lama, Jadikan Perusahaan Mesin Pencetak PAD
Jalan Veteran Pasar 9 Mulai Dibeton Agustus, Dinas BMBKCK Sumut
Diduga Rugikan PAD, Bangunan di Jalan Tangkul dan Budi Utomo Disorot, Jumlah Unit Diduga Tak Sesuai PBG
Pemko Medan Targetkan 10.000 CCTV, Tahap Awal 2.000 Unit Masuk P-APBD 2026
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Warga Sambut Gembira Rencana Perbaikan Jalan di Depan SMAN 21 Medan oleh Dinas SDABMBK kota Medan

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:13 WIB

Kemenimipas Tinjau Klinik, Dapur Sehat dan Program Pembinaan di Rutan Kelas I Medan

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:04 WIB

Pangdam I/BB dan Wali Kota Medan Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Akses Polonia-Johor-Maimun Kembali Terbuka

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:53 WIB

Diduga Langgar Kode Etik, Oknum ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:52 WIB

Rico Waas Ultimatum Dirut PUD Pasar: Tinggalkan Cara Lama, Jadikan Perusahaan Mesin Pencetak PAD

Berita Terbaru

Daerah

Gubsu Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:29 WIB

Daerah

Kapolda Sumut Resmikan Polres Padang Lawas

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:27 WIB