Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sumut: Lingkungan yang Aman Jadi Kunci Cegah Bullying

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID –Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara (Sumut), Muniruddin Ritonga, menyoroti dampak bullying terhadap kondisi mental dan sosial pada anak.

Ia menyebutkan korban bullying kerap merasa sakit hati, terisolasi dan cenderung menarik diri karena merasa berbeda dari orang lain, atas perlakuan seperti perundungan yang kerap diterima.

“Tekanan mental akibat bullying dapat mendorong korban melakukan tindakan ekstrem atau berbahaya. Hal itu kerap dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas apa yang dialami dari para korban bullying,” kata Munir, Kamis (13/11).

Menurutnya, berbagai tindakan kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya terhadap anak dapat berakar melalui pengalaman atas intimidasi yang mungkin sempat dialami.

“Kita bisa melihat bagaimana tindakan ekstrem dari dampak bullying. Misalnya insiden bom di salah satu sekolah yang ada di Jakarta beberapa waktu lalu, itu dikaitkan dengan bentuk perlawanan intimidasi atau bullying,” tuturnya.

Menurutnya, lingkungan yang tidak aman dan kurang ramah anak seperti di lokasi bermain maupun rumah, dapat menjadi faktor utama terjadinya bullying. Pasalnya, ia menilai hal itu terjadi akibat kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak yang dapat memperburuk situasi.

Baca Juga :  Anggaran Perjalanan Dinas Pemko Medan di Pangkas Pemerintah Pusat

“Dialog harian setelah anak pulang sekolah sangat penting. Dengan begitu, orang tua bisa mengetahui apa yang dialami anak dan membantu menetralkan pengaruh negatif dari luar,” ucap Anggota DPRD Sumut itu.

Ia menyampaikan dalam menjaga tumbuh dan kembang seorang anak sudah seharusnya dipahami sejak anak itu berada di dalam kandungan ibunya. Menurutnya, hal tersebut menjadi kesadaran penting yang harus diketahui para setiap orang tua.

Selain itu, ia menegaskan, peran serta tenaga pendidik khususnya guru bimbingan konseling (BK) di sekolah dalam mendeteksi dan mengantisipasi bullying juga penting. Ia menilai hal tersebut penting dilakukan dalam pencegahan adanya indikasi bullying.

“Jadi peran orang tua dan guru di sekolah adalah faktor penting dalam menjaga kondisi tumbuh kembang anak. Misalnya, setiap hari itu orang tua harus bertanya apa aktivitas anaknya ketika di sekolah maupun setelah pulang, atau orang tua juga melakukan komunikasi terhadap gurunya di sekolah terkait perkembangan anaknya,” ujar Munir.

Ia turut menyoroti adanya pengaruh berbagai game online yang dapat memicu adanya normalisasi kekerasan terhadap anak. Pasalnya, ia menilai hal tersebut dapat memperburuk psikologis anak yang sudah tertekan.

Baca Juga :  BPSDM ATR/BPN Gelar Uji Kompetensi Penata Kadastral untuk Tingkatkan Profesionalisme Pelayanan Pertanahan

“Kita bukan mau mencari siapa salah dan siapa yang benar, tetapi kita harus memahami bagaimana kondisi yang kerap dialami oleh anak saat ini, salah satunya pengaruh game online yang dapat membahayakan anak. Makanya tadi saya sampaikan, pentingnya keterlibatan orang tua dan guru dalam melakukan komunikasi kepada anak,” katanya.

Ia menegaskan dalam ajaran setiap agama, tindakan bullying sama dengan menghina ciptaan tuhan. “Membully berarti menghina sesama manusia, dan itu sama saja dengan menghina tuhan, karena setiap manusia diciptakan dalam keadaan fitrah dan suci,” ucap aktivis perlindungan anak itu.

Ia berharap seluruh masyarakat khususnya orang tua, agar lebih memiliki kesadaran dalam menjaga dan mengawasi pertumbuhan diri pada anak melalui aktivitas yang dilakukan anak itu sendiri.

“Kesadaran orang tua dalam menjaga dan melindungi anak adalah modal utama dalam mencegah perilaku bullying. Kita tidak ingin anak kita mengalami tindakan buruk tersebut. Untuk itu, saya menyarankan kepada seluruh orang tua untuk dapat melakukan komunikasi yang aktif, dan menjaga anak terhadap lingkungannya,” ucap Munir.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilarang Masuk Kantor Pertamina, Ketua Buruh Terpaksa Sholat di Luar Sambil Bentang Spanduk
Bobby Nasution Janji Perbanyak Arena Skateboard di Sumut
SILPA Medan Tembus Rp592 Miliar, Rico Waas Beberkan Penyebab dan Janji Perbaiki Infrastruktur
Anggaran Air Mineral Rp1,1 M Disorot, Pemko: Itu Pagu, Bukan Pasti Kepakai
Dua Calon Showroom di Medan Disorot, Diduga Bangun Tanpa PBG
Lapangan Merdeka Rp575 M Molor 4 Bulan, Warga Lari ke Trotoar
Pemkot Medan Siapkan Skema Seleksi  Pengganti Sekda Wiriya Alrahman
Rico Waas Lantik 69 Pejabat Manajerial Pemko Medan, Berikut Daftar Namanya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:52 WIB

Dilarang Masuk Kantor Pertamina, Ketua Buruh Terpaksa Sholat di Luar Sambil Bentang Spanduk

Senin, 22 Juni 2026 - 19:56 WIB

Bobby Nasution Janji Perbanyak Arena Skateboard di Sumut

Senin, 22 Juni 2026 - 19:47 WIB

SILPA Medan Tembus Rp592 Miliar, Rico Waas Beberkan Penyebab dan Janji Perbaiki Infrastruktur

Senin, 22 Juni 2026 - 08:10 WIB

Anggaran Air Mineral Rp1,1 M Disorot, Pemko: Itu Pagu, Bukan Pasti Kepakai

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:21 WIB

Dua Calon Showroom di Medan Disorot, Diduga Bangun Tanpa PBG

Berita Terbaru

Berita

Masyarakat Desak Pencabutan SK Penetapan Plasma

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:28 WIB