Banggar DPRD Sumut: Anggaran Pemulihan Berpotensi Capai Triliunan

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID –Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumatera Utara (Sumut), Berkat Kurniawan Laoli, mengakui pihaknya belum merencanakan pembahasan anggaran untuk pemulihan bencana di wilayah Sumut.

Ia menyatakan belum dapat menyampaikan detail anggaran secara rinci. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekeliruan dalam perhitungan.

“Kita belum bisa menyampaikan secara detail, takut nanti salah menyebutkan angkanya,” kata anggota Komisi A DPRD Sumut itu kepada wartawan, Selasa (2/12).

Menurutnya, meskipun APBD 2026 baru saja disahkan, Banggar DPRD Sumut belum dapat melakukan pembahasan penanganan bencana karena sedang memasuki masa libur.

Baca Juga :  Kejatisu Gelar Laga Persahabatan Sepak Bola Dengan Media

“Kemarin ada pengesahan APBD, tapi kami belum melakukan rapat. Ketika bencana terjadi, kami bertepatan dalam masa libur, makanya kami juga waspada agar tidak keliru dalam menghitung,” ujarnya.

Berkat menilai anggaran pemulihan bencana alam bisa mencapai triliunan rupiah, karena pemerintah kabupaten/kota tidak mampu menanggung seluruh kebutuhan pendanaan pemulihan secara mandiri.

“Kalau saya prediksi, setidaknya pemulihan anggarannya akan mencapai miliaran hingga triliunan rupiah,” ucapnya, sembari meminta bantuan pemerintah pusat untuk pendanaan pemulihan.

Ia juga menyoroti pernyataan pemerintah pusat terkait kayu hanyut saat bencana. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak terburu-buru membuat pernyataan yang berpotensi menimbulkan perdebatan publik.

Baca Juga :  Rico Waas Tinjau Job Fair, 56 Perusahaan Buka 2.149 Lowongan dengan 203 Jabatan

“Jangan terburu-buru mengeluarkan statement, apalagi menyebut kayu hanyut itu terjadi secara alami. Perlu ada data dan kajian ilmiah terkait hal ini,” kata politisi NasDem itu.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah pusat menetapkan status bencana di Pulau Sumatera sebagai bencana nasional, agar penanganan dan pemulihan dapat dilakukan secara maksimal.

“Saya rasa penting adanya status bencana nasional. Jangan sampai pemerintah membela kepentingan oligarki atau bisnis, tetapi harus mengutamakan keselamatan rakyat,” ujarnya mengakhiri.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Gedung Baru dan Fasum Berdiri di Polda Sumut, Kapolda: Simbol Perubahan
2.886 Pohon di Medan Ditebang untuk Pembangunan Koridor BRT Mebidang
Massa DPN Kembali Datangi Kantor DJP Wilayah I Sumut, Soroti Kinerja dan Standarisasi K3
Wali Kota Medan, Rico Waas, melantik jajaran pengurus PWPM Periode 2026-2029.
Pemko Medan Larang Sekolah Gelar Perpisahan di Luar Kota
Iduladha 1447, Bobby Nasution Sholat Id di Binjai dan Akan Salurkan Kurban ke Daerah-daerah
Ustad Dasad Latif Hadiri Tabligh Akbar bersama Gubsu di Mesjid Raya Al-Mashun
Sekolah Rakyat Medan Tekankan Kesiapan Mental Siswa, Dorong Program Parenting Day
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:00 WIB

20 Gedung Baru dan Fasum Berdiri di Polda Sumut, Kapolda: Simbol Perubahan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:40 WIB

2.886 Pohon di Medan Ditebang untuk Pembangunan Koridor BRT Mebidang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:36 WIB

Massa DPN Kembali Datangi Kantor DJP Wilayah I Sumut, Soroti Kinerja dan Standarisasi K3

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:20 WIB

Wali Kota Medan, Rico Waas, melantik jajaran pengurus PWPM Periode 2026-2029.

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:54 WIB

Pemko Medan Larang Sekolah Gelar Perpisahan di Luar Kota

Berita Terbaru