Akses Keluar Masuk Rumah Warga di Tembok PT KIM Lailatul Badri : Ini Tidak Benar, Ini Intimidasi

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN,SUARASUMUTONLINE.ID– Tidakan penembokan akses keluar masuk rumah warga di kawasan Jalan Mangaan, Gg. Tembusan Lingkungan 16 Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli oleh PT. KIM dianggap sebagai tindakan intimidasi oleh Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri.

” Kami sangat menyayangkan tidakan yang dilakukan oleh PT Kawasan Industri Medan (KIM) terhadap masyarakat yang berdomisili di Jalan Mangaan, Gg. Tembusan, Lingkungan 16, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli kami nilai sebagai tidak yang tidak manusiawi, warga.Terlepas dari persoalan sengketa hukum yang berjalan, tapi di sana masih ada 10 KK. Janganlah dikurung dengan tembok pagar beton, akses apa pun tidak ada ,” Ujar Lailatul Badri pada suarasumutonlins.id Sabtu (19/7).

Lailatul Badri berharap agar PT KIM sebagai perusahaan BUMN harusnya memahami bagaimana aturan dari pemerintah yang sangat menjunjung tinggi segalan aturan dengan lebih berpihak kepada masyarakat.

“Harus dapat dipahami bahwa pemerintah benar-benar memperhatikan hak-hak dasar rakyat keci dalam hal ini Asa Cita Bapak Prabowo.Tapi, tindakan yang dilakukan PT KIM belum memenuhi rasa keadilan dan tidak ada rasa kemanusian, segera buka akses jalan pakai nuranilah,” tegas politisi PKB ini.

Baca Juga :  Gubsu Rekomendasi Soal TPL Dikeluarkan Pekan Depan

Dan dengan adanya pernyataan Direktur PT KIM Daly Mulyana saat pertemuan dengan Komisi 4 DPRD bersama warga di Kantor PT KIM, yang menyebut pendirian pagar sepanjangan 200 meter dengan ketinggian 3 meter tidak perlu memiliki izin dan juga berdasarkan langkah konsultasi kepada apara hukum sebagai bentuk pengawasan.

“Kita sayangkan pernyataan Dirut PT KIM bahwa pendirian tembok tidak perlu izin karena tidak ada bangunan di dalamnya, termasuk pendirian tembok ini sebagai bentuk pengawasan. Ini sudah sangat salah sekali karena benar-benar tidak memahami aturan, tetap harus ada izin mendirikan tembok. Dan jika katanya pengawasan apa yang mau diawasi dengan mengurung warga sudah cukup. Jadi segera Satpol PP mengambil tindakan tegas,” ucapnya.

Negara ini memiliki segala aturan, bukan sesuka hati dengan mengurung warga, tanpa diberikan akses apa pun.Walau pun mereka menempati area tanah milik PT KIM, tapi harus dipahami KTP mereka masih tercatat sebagai warga Medan, maka PT KIM harus bersikap memiliki sikap rasa keadilan.

Baca Juga :  Sertijab Ketua Dewas Perumda Tirtanadi, Sekda Provsu Ajak untuk Saling Bekerja Sama

Diketahui sebelum, Komisi 4 DPRD Kota Medan meninjau pagar tembok milik PT KIM  yang menutup akses keluar masuk warga Jalan Mangaan Gg Tembusan, Lingkungan 16, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli ke rumahnya.
Peninjauan itu dipimpin Ketua Komisi 4 Paul Mei Anton Simanjuntak didampingi Sekretaris Dame Duma Sari Hutagalung, anggota Jusup Ginting Suka, Datuk Iskandar Muda, Edwin Sugesti Nasution, Zulham Efendy dan Lailatul Badri.
Ikut juga mendampingi Satpol PP, Dinas Perkimcikataru Kota Medan, Lurah, Camat, dan Kepling.
Namun, saat itu para wakil rakyat kesulitan menemui warga karena ada batas tembok dibangun. Para wakil rakyat harus menaiki tangga dari kayu yang dibangun warga.yoelie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yayasan Islam Terpadu Nurul Ilmi Kolaborasi dengan SSOL.ID serahkan Bantuan Pada Korban Banjir
Srikandi Pena Nusantara Bersatu Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir
Hasyim Desak Pemerintah Tetapkan Banjir dan Longsor di Sumut Jadi Bencana Nasional
BAKOPAM  Kawal Keluhan Masyarakat “Pertamina Jangan Buat Harga Kebutuhan Pokok Melambung”
Dirjenpas Pastikan WBP dan Petugas Lapas Medan Aman Saat Banjir Menerjang
Dinkes Sumut Sebut Ada Lima Kabupaten/Kota yang Butuh Bantuan Tenaga Medis
Dr.H.Rahmat Shah Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Tapteng, Sibolga, Langkat dan Tapsel
PT KAI Regional I Sumut Tampah Jam Operasional Untuk Antar Bantuan Kelokasi Bencana Sumut
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 12:06 WIB

Yayasan Islam Terpadu Nurul Ilmi Kolaborasi dengan SSOL.ID serahkan Bantuan Pada Korban Banjir

Minggu, 7 Desember 2025 - 20:29 WIB

Srikandi Pena Nusantara Bersatu Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:04 WIB

Hasyim Desak Pemerintah Tetapkan Banjir dan Longsor di Sumut Jadi Bencana Nasional

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:44 WIB

BAKOPAM  Kawal Keluhan Masyarakat “Pertamina Jangan Buat Harga Kebutuhan Pokok Melambung”

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:11 WIB

Dirjenpas Pastikan WBP dan Petugas Lapas Medan Aman Saat Banjir Menerjang

Berita Terbaru