MEDAN, SUARA SUMUT ONLINE. ID-Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, sempat dikabarkan hilang. Namun pada Jumat (28/11), sudah ditemukan.
Ternyata Wali Kota Akhmad Syukri jalan kaki selama 3 hari menuju Kota Sibolga melewati longsor, hutan dan perbukitan.
Hal tersebut dibenarkan Ketua DPP NasDem Teritori Aceh, Bakhtiar Akhmad Sibarani. “Alhamdulillah. Benar Wali Kota Sibolga, adik kami, sudah kembali ke Sibolga,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (28/11).
Dari komunikasinya lewat video call whatsapp, ia memastikan kondisi Wali Kota Akhmad Syukri dalam kondisi baik. Hanya saja ada sejumlah luka yang dialami wali kota. “Ada luka-luka sedikit,” sebutnya.
Bakhtiar Sibarani menjelaskan, Wali Kota Akhmad Syukri bersama ajudan menempuh perjalanan selama tiga hari dari Tapanuli Tengah ke Sibolga.
“Sebab sebelumnya wali kota ada tugas di Medan. Jadi karena mengetahui Sibolga banjir bandang, ia kemudian langsung pulang dari Medan. Komunikasi kami terakhir sebelum terputus, wali kota terjebak longsor di Sitahuis, Tapteng,” jelas Bakhtiar.
Dalam perjalanan menuju Sibolga, wali kota melewati sejumlah titik longsor, melintasi hutan dan perbukitan. Kondisi sinyal yang tidak ada, membuat wali kota tidak bisa dihubungi.
“Beliau harus masuk keluar hutan, naik bukit, lewati longsor, sungai, untuk sampai di Kota Sibolga. Itulah makanya ia terluka,” terang Bakhtiar, mantan Bupati Tapteng itu.
Mengapa harus sampai berjalan kaki selama tiga hari dengan kondisi medan yang ekstrim di tengah bencana, terang Bakhtiar, adalah karena wali kota tak sabar ingin bertemu dengan warganya di Sibolga, yang terdampak bencana.
“Jadi karena itu (ingin segera mengunjungi warga terdampak bencana), makanya wali kota sampai rela berjalan kaki menuju Sibolga,” tambahnya.
Bakhtiar pun menyampaikan rasa syukur usai Syukri kembali ke Sibolga dengan selamat. Ia memuji semangat Syukri kembali ke Sibolga meski harus melewati wilayah longsor dan medan ekstrim.
Bagian lain, hadirnya Ahmad Syukri di Sibolga, menurut Bakhtiar, menjadi jawaban bagi pihak-pihak yang sempat menebar fitnah bahwa wali kota sedang bersantai di tengah bencana.
“Kami juga pesankan kepada para pemfitnah yang menyampaikan wali kota santai-santai di tengah kondisi bencana alam di Sibolga. Kami hanya bisa mendoakan kalian dan keluarga dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Bakhtiar menegaskan, siapapun yang saat bencana terjadi dapat membagikan kegiatannya, dipastikan bahwa seseorang itu tidak berada di Sibolga dan Tapteng.
“Termasuk saya yang masih bisa terus berkomunikasi dengan teman-teman media karena sedang tidak di sana,” sambungnya.
Kepastian Wali Kota Ahmad Syukri kembali ke Sibolga, juga dibenarkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya. Ia mengungkap Syukri tiba di Sibolga usai tiga hari berjalan kaki.
“Syukri disebut melalui banyak titik longsor. “Pak Wali sudah di sibolga, setelah berjalan kaki 3 hari 2 malam,” ujar Bima Arya.
Penulis : Youlie









