FPAN Sebut Anggota DPRD “Banci”, Tak Hiraukan Suara Rakyat

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan massa dari Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN) di depan Kantor DPRD Kota Medan berlangsung panas. Massa secara terbuka melontarkan kritik keras kepada para wakil rakyat yang dinilai tidak berani menghadapi aspirasi masyarakat.

Dalam aksi tersebut, Ketua FPAN Reza Nasution menuding DPRD Kota Medan tidak menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya. Bahkan, dalam orasinya ia menyebut sikap para anggota dewan sebagai bentuk pengecut karena tidak berani menemui massa yang datang menyampaikan aspirasi.

“DPRD ini dipilih oleh rakyat, tapi ketika rakyat datang menyampaikan aspirasi justru tidak ada satu pun yang berani keluar. Kalau seperti ini, apa gunanya DPRD? Jangan jadi lembaga yang hanya berani di ruang rapat tapi takut pada suara rakyat,” tegas Reza di tengah orasi.

Ia bahkan menyebut sikap bungkam para anggota DPRD sebagai bentuk ketidakberanian politik.

“Kalau tidak berani menjalankan fungsi pengawasan dan takut menggunakan hak interpelasi, lebih baik mundur saja. Jangan jadi wakil rakyat yang hanya diam. DPRD jangan jadi banci politik yang takut pada kekuasaan,” teriaknya disambut sorakan massa.

Desak DPRD Gunakan Hak Interpelasi

Dalam aksinya, FPAN secara tegas mendesak DPRD Kota Medan untuk segera menggunakan Hak Interpelasi terhadap Wali Kota Medan sebagai bentuk pengawasan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Rumah Hakim PN Medan Terbakar

FPAN menilai selama satu tahun terakhir kepemimpinan Wali Kota Medan, banyak kebijakan yang perlu dipertanyakan secara terbuka, termasuk arah pembangunan kota serta capaian nyata yang dirasakan masyarakat.

Selain itu, massa juga menuntut transparansi dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut mereka, DPRD harus memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan secara akuntabel dan tidak membuka celah penyimpangan.

Kritik Kinerja Birokrasi Pemko Medan

Tak hanya menyoroti DPRD, FPAN juga mengkritik kinerja birokrasi Pemerintah Kota Medan yang dinilai lamban dan tidak efektif.

Salah satu sorotan utama adalah lambannya penempatan pejabat strategis serta lemahnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai berdampak pada buruknya pelayanan publik kepada masyarakat.

FPAN juga meminta klarifikasi terhadap Surat Edaran Nomor 500.7.1/1540 terkait penataan dan pengelolaan limbah penjualan daging non halal yang dianggap menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat.

Soroti Kebijakan Kepling dan Pekerja Rentan

Massa juga mengecam kebijakan yang membebankan target kepada Kepala Lingkungan (Kepling) terkait program pekerja rentan. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk tekanan kerja yang tidak manusiawi.

Menurut FPAN, kebijakan itu berpotensi menjadi praktik eksploitasi terselubung dan bertentangan dengan tugas pokok dan fungsi Kepling yang sudah memiliki beban kerja cukup berat.

Baca Juga :  PLN Terus Perbaiki Jalur Listrik Langsa-Pangkalan Brandan

Aksi Memanas, Massa Lompat Pagar DPRD

Ketegangan sempat memuncak setelah hampir dua jam massa berorasi tanpa satu pun anggota DPRD yang menemui mereka. Merasa diabaikan, beberapa peserta aksi nekat melompati pagar gedung DPRD untuk mencoba masuk dan menyampaikan aspirasi secara langsung. Namun upaya tersebut berhasil dicegah oleh petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

Ironisnya, di tengah absennya wakil rakyat, sejumlah mobil mewah milik anggota DPRD terlihat terparkir di halaman kantor. Pemandangan itu semakin menyulut kemarahan massa aksi.

“Mobilnya ada, tapi orangnya tidak ada. Ini bukti mereka tidak peduli pada rakyat,” teriak salah satu peserta aksi.

Ancaman Gelombang Aksi Lebih Besar

Menutup aksinya, FPAN memperingatkan bahwa jika DPRD Kota Medan terus menghindar dan tidak merespons tuntutan mereka, gelombang aksi yang lebih besar akan kembali digelar.

“Anggota dewan tidak boleh alergi terhadap kritik. Jika suara rakyat terus diabaikan, kami akan kembali dengan massa yang jauh lebih besar,” pungkas Reza.

Aksi tersebut menjadi sinyal keras bagi DPRD Kota Medan bahwa publik mulai mempertanyakan keberanian dan komitmen para wakil rakyat dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSPI dan Partai Buruh Akan Gelar Aksi May Day Serentak di 38 Provinsi
Pasien BPJS Mengaku Alami Infeksi Usai Infus di Klinik Romauli, Pengamat Siap Tempuh Jalur Hukum
Bobby Nasution Pacu Bank Sumut Menuju KBMI 2 agar Naik ke Kelas Menengah
Dialog Interaktif Tatap Masa Depan Sergai, H.OK David Purba: DPRD Jangan Jadi “Pelacur Politik”
Perkuat Sinergi, Kanwil DJP Sumut I Terima Audiensi Aliansi Wartawan Sumut
Tiga Ponpes di Dairi Dapat Alokasi Proyek PHTC Senilai Rp28,9 Miliar, Kemenag Harapkan Ini
Disdik Deli Serdang Terbitkan SE Penerbitan SPMT PPPK Paruh Waktu
Ground Breaking Jembatan Armco di Sergai Dimulai, Akses Warga Korajim Segera Terhubung
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:58 WIB

FPAN Sebut Anggota DPRD “Banci”, Tak Hiraukan Suara Rakyat

Selasa, 7 April 2026 - 12:40 WIB

KSPI dan Partai Buruh Akan Gelar Aksi May Day Serentak di 38 Provinsi

Selasa, 7 April 2026 - 12:38 WIB

Pasien BPJS Mengaku Alami Infeksi Usai Infus di Klinik Romauli, Pengamat Siap Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 7 April 2026 - 11:12 WIB

Bobby Nasution Pacu Bank Sumut Menuju KBMI 2 agar Naik ke Kelas Menengah

Selasa, 7 April 2026 - 11:11 WIB

Dialog Interaktif Tatap Masa Depan Sergai, H.OK David Purba: DPRD Jangan Jadi “Pelacur Politik”

Berita Terbaru

Politik

Muscab DPC PKB Kota Medan Resmi Dibuka

Selasa, 7 Apr 2026 - 11:15 WIB