Fantastis, Proyek BRT Mebidang Rp 1,9 Triliun Dibiayai Pinjaman World Bank

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini tengah membangun koridor Bus Rapit Transit (BRT) Mebidang (Medan-Binjai-Deli Serdang) dengan nilai Rp 1,9 triliun. Yang diketahui ternyata didanai pinjaman (loan) dari World Bank.

“Jumlah (Rp 1,9 triliun) tersebut merupakan penganggaran bersumber dari Loan World Bank sebagaimana tertuang dalam Nota Kesepakatan Pemerintah Pusat, Kementerian Perhubungan, Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemko Binjai serta Pemda Kabupaten Deli Serdang, serta sebagaimana tertuang tugas/fungsi dukungan masing masing stakeholder,” ujar Kadishub Medan, Irsan Idris Nasution, Rabu (10/6).

Irsan mengatakan, karena skemanya pinjaman, dana tersebut akan dikembalikan. Pengembaliannya, kata Irsan, dilakukan oleh pemerintah pusat.

Baca Juga :  Propam Didesak Periksa Kapolsek Langkat Dugaan Kuasai Hutan Lindung 

“Iya, bentuknya pinjaman, yang mengembalikan pemerintah RI melalui Kementrian Perhubungan,” jelasnya.

Terkait komentar Komisi IV DPRD Medan soal permasalahan yang akan timbul dalam pembangunan koridor BRT, Irsan mengakui hal tersebut. Menurutnya, Dishub Medan tengah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi potensi permasalahan yang muncul.

“Dalam masa konstruksi pastinya akan berdampak terhadap adanya kemacetan, namun dilalukan beberapa mitigasi manajemen rekayasa saat konstruksi bersama stakeholder terkait,” ungkapnya.

Selain itu, Irsan menyebut pihaknya juga menerapkan manajemen parkir di sepanjang jalur BRT dari Terminal Amplas menuju Pinang Baris untuk mengurangi potensi kemacetan.

Baca Juga :  DLH Medan " Limbah PT Agro Raya Mas Cemari Lingkungan

“Dinas Perhubungan akan melakukan manajemen parkir khususnya terhadap plus minus 21 kilometer jalur on koridor dari terminal Amplas ke Pinang Baris untuk tidak menimbulkan kemacetan,” katanya.

Ia berharap setelah pembangunan koridor selesai, operasional BRT dapat mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi di Kota Medan.

“Diharapkan setelah fase konstruksi selesai BRT dapat mengurai kemacetan di Kota Medan, mengurangi pemggunaan angkutan pribadi ke angkutan umum yang nyaman dan biaya terjangkau,” tutupnya.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batas Waktu Semakin Dekat Namun P-APBD Deli Serdang Belum Juga di Tetapkan
Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum
Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen
Penerima PKH di Langkat Diminta Teken Blangko Pengunduran Diri Bermaterai
PETI Tak Kunjung Tuntas, Ketua GM GRIB Jaya Desak Satgas Madina Dibubarkan
Kapolda Sumut Lantik 8 Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme
Dilema Proyek, Jalan Yang Rusak Diperbaiki Namun Jalan Lama Yang Baik Jadi Malah Rusak Akibat Truk Material di Tanjung Garbus II
Wali Kota Mahyaruddin Salim Jenguk Pekerja Dinas LH Alami Kecelakaan Kerja Tersengat Arus Listrik di RS Siloam Medan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 00:03 WIB

Batas Waktu Semakin Dekat Namun P-APBD Deli Serdang Belum Juga di Tetapkan

Minggu, 20 September 2026 - 12:19 WIB

Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 21:04 WIB

Penerima PKH di Langkat Diminta Teken Blangko Pengunduran Diri Bermaterai

Jumat, 18 September 2026 - 20:59 WIB

PETI Tak Kunjung Tuntas, Ketua GM GRIB Jaya Desak Satgas Madina Dibubarkan

Jumat, 18 September 2026 - 14:02 WIB

Kapolda Sumut Lantik 8 Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme

Berita Terbaru

Olahraga

Tim Putra dan Putri Menang Telak di Olimpiade Catur 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 12:56 WIB

Olahraga

Tim Putra Tekuk Uganda di Olimpiade Catur

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:16 WIB