MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID -Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menargetkan pemulihan jaringan komunikasi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dapat diselesaikan dalam waktu empat hari.
Ketiga wilayah tersebut mengalami gangguan layanan internet akibat banjir dan tanah longsor.
Kementerian Komunikasi dan Digital telah melakukan koordinasi terbaru dengan sejumlah penyelenggara telekomunikasi, termasuk Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata. Perwakilan Starlink juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
“Untuk Sumbar dan Sumut, tingkat pemulihan jaringan sudah berada di atas 95% untuk seluruh operator. Sementara di Aceh, proses pemulihan masih berada di sekitar 60%,” kata Meutya dalam konferensi pers di Balai Monitoring Medan, Senin (1/12).
Aceh menjadi daerah yang paling terdampak, dengan jumlah base transceiver station (BTS) yang tidak berfungsi jauh lebih banyak dibanding Sumut dan Sumbar. Ketersediaan listrik, bahan bakar, serta akses menuju lokasi turut menghambat pemulihan.
Setelah melakukan pembahasan bersama operator, disepakati bahwa layanan internet ditargetkan bisa kembali diakses masyarakat dalam empat hari.
“Operator fokus mempercepat pemulihan di Aceh, dengan catatan listrik sudah tersedia. Kami terus berkoordinasi dengan PLN. Jika dalam empat hari listrik dapat dinyalakan kembali, maka pada tanggal 5 kami optimis Aceh bisa pulih hingga 75%,” ucap Meutya.
Ia menambahkan bahwa saat ini pemulihan jaringan di Aceh telah mencapai sekitar 40%. Dengan percepatan yang dilakukan, ditargetkan peningkatan hingga 75% pada 5 Desember.
“Kami juga melakukan upaya tambahan di luar perbaikan BTS, yakni memanfaatkan layanan satelit. Hingga kini, Bakti Komdigi telah mengoperasikan 10 titik, dan akan menambah lima titik lagi. Jika diperlukan, jumlahnya bisa kembali ditambah,” ujarnya.
“Starlink juga telah membantu lebih dari 100 titik, total 149 perangkat, yang disebar di tiga provinsi. Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menentukan lokasi pemasangan,” tutur Meutya.
Penulis : Yuli









