Mentan Rekonstruksi 33 Ribu Hektare Lahan Rusak Jadi Sawah di Tapteng

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPANULI TENGAH, SUARASUMUTONLINE.ID – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan pemerintah akan melakukan rekonstruksi seluruh lahan pertanian yang gagal panen dan rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan bantuan 40 ton benih padi, termasuk peralatan pertanian dan perlengkapannya,” ujar Amran saat meninjau lahan pertanian yang rusak parah akibat banjir bandang di Kecamatan Tukka, Rabu (3/12).

Mentan Andi sebelumnya tiba di Tapteng bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dengan menggunakan helikopter dan disambut Bupati Masinton Pasaribu di lapangan bola GOR Pandan.

Ia langsung mendatangi Posko Tanggap Bencana di GOR Pandan dan menemui para pengungsi, serta menyerahkan bantuan pangan secara simbolis sebelum akhirnya bertolak ke gudang Bulog Sibolga di Sarudik, Tapteng, dan mengunjungi lahan pertanian yang rusak di Kecamatan Tukka.

Baca Juga :  Ricky Anthony Desak Pemkab Langkat Tanggapi Aspirasi Rakyat Soal Infrastruktur

Andi menjelaskan, sesuai data yang diperoleh Kementerian Pertanian (Kementan), ada 33 ribu hektare lahan pertanian yang rusak akibat banjir dan longsor.

“Pemerintah akan mengambil alih perbaikan lahan itu dan membangun sampai kembali seperti jadi sawah,” ucapnya.

Ia menuturkan, Kementan memastikan akan segera mengirimkan bantuan peralatan dan benih padi gratis kepada seluruh petani yang sawahnya rusak atau gagal panen. “Kami akan bangun seperti semula dan kami tanam sampai serah terima kepada pemiliknya,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah memberi waktu maksimal dua minggu untuk menyelesaikan segala dokumen hak milik atas lahan pertanian tersebut dan menentukan batasan-batas kepemilikan lahan sesuai hak masyarakat yang terdampak bencana.

“Jadi kami beri waktu satu atau dua minggu menyelesaikan administrasi, patok bidang-bidangnya, mana pemiliknya, karena ini rata, kita akan perbaiki kembali,” katanya.

Ia menambahkan, terkait ketersediaan alat berat untuk pemulihan lahan pertanian tersebut, Kementan akan menggandeng kontraktor lokal untuk menyediakan alat berat.

Baca Juga :  Nama-Nama Diduga Pemilik Alat Berat Muncul" Satma AMPI Minta Aparat Bertindak Transparan

“Nantinya Pak Bupati Tapteng dan Pak Gubernur Sumut yang akan menunjuk, langsung dikerjakan. Jadi kami tanggung jawab, kami ambil alih sampai selesai,” ujarnya.

Andi menjelaskan, rencana rekonstruksi lahan pertanian tersebut dilaksanakan tidak hanya di Kecamatan Tukka saja, namun di seluruh lokasi yang terdampak banjir dan longsor.

“Tadi sudah disampaikan, seluruh yang terdampak itu ada 33 ribu hektare. Itu ada yang hanya ditanam, kami kirim benih dan traktor. Ada yang seperti ini, rusak. Kita perbaiki kembali. Semua kita tangani sesuai dengan kondisinya,” katanya.

Pemerintah, sambung Amran, akan mengupayakan proses rekonstruksi lahan pertanian pasca bencana tersebut dapat diselesaikan maksimal dua bulan.

“Kalau bisa satu bulan dua bulan sudah selesai tanam, tidak usah tunggu lama-lama, karena dananya sudah siap,” tutupnya.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPK Temukan Kelebihan Bayar Kunker DPRD Langkat Rp450 Juta, Sekwan: Sudah Dikembalikan
Pra Rekonstruksi Kematian Steven Arya Sitorus di Tangkahan, Ibu Korban Tak Kuasa Tahan Tangis
Viral Emak-emak Gerebek Pondok Narkoba di Labuhanbatu Utara, Polisi Bongkar Lokasi
DPW BKPRMI Sumatera Utara Periode 2026-2031 Resmi Dilantik di Pematangsiantar
Jembatan Penghubung Desa Sait Kalangan II Tapteng Rampung Dibangun, Warga Tak Terisolasi Lagi
Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat
Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato
Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:51 WIB

BPK Temukan Kelebihan Bayar Kunker DPRD Langkat Rp450 Juta, Sekwan: Sudah Dikembalikan

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:08 WIB

Pra Rekonstruksi Kematian Steven Arya Sitorus di Tangkahan, Ibu Korban Tak Kuasa Tahan Tangis

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:59 WIB

Viral Emak-emak Gerebek Pondok Narkoba di Labuhanbatu Utara, Polisi Bongkar Lokasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:21 WIB

DPW BKPRMI Sumatera Utara Periode 2026-2031 Resmi Dilantik di Pematangsiantar

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:36 WIB

Jembatan Penghubung Desa Sait Kalangan II Tapteng Rampung Dibangun, Warga Tak Terisolasi Lagi

Berita Terbaru