MANDAILING NATAL, SSOL.ID – Koalisi Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal (Komandan Madina) menyikapi insiden yang terjadi pada Rabu 9 September 2026, sekitar 20 siswa di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berasal dari SPPG Polres.
Ketua Umum Komandan Madina, Robi Nasution, menyampaikan keprihatinan serius atas kejadian tersebut. Menurutnya, persoalan ini tidak boleh berhenti pada penanganan siswa yang terdampak, tetapi harus diusut secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab kejadian serta pihak yang memiliki tanggung jawab.
“Kami tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan dan tidak sedang memvonis pihak tertentu. Tetapi ketika ada puluhan siswa yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG, maka harus ada pemeriksaan yang serius, transparan dan menyeluruh. Jangan hanya menangani korban, tetapi harus diusut bagaimana kejadian ini bisa terjadi.” tegas Robi.
Robi meminta SPPG Polres yang disebut sebagai penyedia MBG dalam kejadian tersebut, termasuk pengelola dapur dan Kepala SPPG, untuk terbuka terhadap proses pemeriksaan. Pemeriksaan juga harus melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Dinas Kesehatan, serta instansi berwenang lainnya sesuai tugas dan kewenangannya.
“Program MBG adalah program yang menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak. Karena itu, standar keamanan pangan tidak boleh dianggap sebagai hal yang sepele. Kalau hasil pemeriksaan menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, maka pihak yang terbukti bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.” ujar Robi.
Robi menegaskan bahwa sikap Komandan Madina bukan untuk menghambat program MBG, melainkan memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat dan terlaksana dengan tata kelola yang baik.
“Seharusnya program MBG berjalan sebagaimana mestinya. Tetapi keselamatan anak-anak kita jauh lebih utama. Jangan sampai program yang seharusnya memberikan makanan bergizi, justru menimbulkan persoalan kesehatan akibat kelalaian ataupun lemahnya pengawasan.” tegasnya.
Kami dari Komandan Madina juga mendesak agar hasil pemeriksaan, penyebab kejadian, serta langkah penanganan dan evaluasi disampaikan secara terbuka kepada publik. Apabila ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi sesuai ketentuan dan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan SPPG.
“Kalau ada yang lalai, pertanggungjawabkan. Kalau ada prosedur yang tidak dijalankan, evaluasi. Kalau ditemukan pelanggaran, tindak sesuai hukum. Jangan sampai harus menunggu ada korban berikutnya baru kemudian dilakukan pembenahan.” tutup Robi.
Penulis : Hotman









