PANDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – . Bencana dahsyat yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara telah melumpuhkan akses utama penghubung Tapteng-Tarutung.
Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah di Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapteng. Jalan di desa tersebut menuju Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) putus total.
Sejumlah titik badan jalan runtuh, ada yang tertimbun tanah, kayu, dan batu berukuran besar. Material longsor menutupi seluruh badan jalan.
Akibatnya, Kecamatan Sitahuis masih terisolasi. Untuk sampai ke sana warga harus berjalan kaki melewati hutan untuk menghindari daerah longsoran.
Warga setempat, Johannas Situmeang mengatakan ada puluhan akses jalan yang terputus di Kecamatan Sitahuis, termasuk jalan akses Rampa-Poriaha.
“Namun yang terparah badan jalan yang terputus di Desa Simaninggir menuju Tarutung, Taput,” kata Johannas Situmeang, Kamis (4/12/2025)
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengatakan, putusnya akses jalan di Kecamatan Sitahuis membuat daerah itu terisolir.
“Bantuan untuk warga harus melalui jalur udara, nah tentu ini semua memiliki keterbatasan dan tidak bisa banyak,” kata Masinton.
Begitu juga dengan jalur darat, harus dilakukan dengan cara dipikul juga tidak bisa banyak-banyak.
Masinton menjelaskan, Pemkab Tapteng butuh alat berat, dan persoalan itu sudah disampaikan kepada Kepala BNPB, Suwaryanto, supaya disampaikan ke Kementerian PU.
“Insyaallah akan di-backup nanti, dikirimkan peralatan alat-alat berat, eskapator untuk membuka akses,” katanya.
Longsoran itu puluhan titik dan itu sangat banyak, begitu juga di jalur Tapteng-Tarutung,” ucapnya.
Masinton mengungkap, pada hari pertama kejadian bencana, saat akan pulang dari Medan menuju Tapteng, ia juga terjebak bersama Wakil Bupati Mahmud Efendi di Jalan Tarutung-Sibolga.
“Saya sama Pak Wakil terjebak di atas sana, di daerah setelah Tarutung itu, masih di daerah Tapteng,” tuturnya.
Masinton mengatakan, pihaknya akan mengupayakan sehingga warga yang terisolasi segera mendapatkan bantuan dan akses jalan dapat berjalan lancar.
“Kalau hanya pemerintah kabupaten, kami keterbatasan alat. Nah maka harus ada dukungan dari pemerintah pusat ataupun provinsi, ” tutupnya.
Penulis : Yuli









