Aktivis Pelapor Korupsi di LLDIKTI Sumut di Teror OTK

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Aktivis Gerakan Untuk Rakyat (GUNTUR), Haris Martondi Hasibuan, mengaku menerima sejumlah pesan bernada ancaman melalui aplikasi WhatsApp dari akun diduga palsu, Jumat (8/5).

Ancaman digital itu diterima Haris sehari setelah dirinya melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan negara dan indikasi tindak pidana korupsi di satuan kerja LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara.

“Ya benar. Saya tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB menerima beberapa pesan WhatsApp yang diduga merupakan akun fake atau palsu. Meskipun berasal dari beberapa nomor berbeda, isi pesannya sama semua,” kata Haris Jumat sore (8/5).

Haris mengungkapkan, pesan yang diterimanya berisi intimidasi dan ancaman terhadap aktivitas advokasi yang dilakukannya.

“Kamu Haris jangan coba-coba ya, aduanmu ini sudah banyak mengganggu kami. Jangan sampai kami yang mengganggu kamu, kariermu bisa selesai,” demikian isi pesan yang diterimanya dari beberapa nomor berbeda.

Meski mendapat intimidasi, Haris mengaku belum ingin berspekulasi mengenai pihak yang mengirimkan pesan tersebut.

“Saya gak mau menduga-duga bang,” ujarnya.

Baca Juga :  KPK Temukan Ada Pihak Ngaku Bisa 'Urus' Perkara Suap Bea Cukai

Saat ditanya apakah akan melaporkan ancaman itu ke aparat kepolisian, Haris mengaku belum memiliki rencana ke arah tersebut.

“Insyaallah belum ada niat ke sana. Dan inilah konsekuensi sebagai aktivis, Tapi saya dan kawan-kawan GUNTUR akan tetap tegak lurus mengawasi penggunaan anggaran negara jika disalahgunakan,” tegasnya.

Sebelumnya, Haris bersama sejumlah aktivis GUNTUR melaporkan dugaan penyimpangan anggaran di Kantor LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Dalam laporannya, Haris menyoroti sejumlah kegiatan pengadaan dan belanja internal yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan negara.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah renovasi ruang podcast humas dengan nilai anggaran Rp 134,5 juta yang diduga tidak memiliki rincian teknis jelas dan berpotensi terjadi mark-up anggaran.

Selain itu, dugaan serupa disebut juga ditemukan pada pemeliharaan fasilitas seperti genset, kamar mandi, dan sarana lainnya.

“Ada indikasi rekayasa kebutuhan anggaran,” ujar Haris.

Ia juga menyoroti anggaran cleaning service sekitar Rp 660 juta dalam 12 paket pekerjaan, serta biaya pemeliharaan kendaraan dinas mencapai Rp 84,36 juta untuk kendaraan pejabat eselon II dan Rp 294,56 juta untuk kendaraan roda empat lainnya.

Baca Juga :  Pemprov Sumut Tegaskan UMK 2026 se-Sumut Berlaku Mulai Januari

Menurut Haris, sejumlah kegiatan diduga menggunakan metode pengadaan langsung secara berulang untuk menghindari mekanisme tender terbuka.

“Berdasarkan fakta awal yang kami temukan, terdapat indikasi memperkaya diri sendiri atau orang lain melalui penggelembungan nilai proyek. Selain itu, ada dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan anggaran dan fasilitas negara,” katanya.

Haris meminta Kejatisu segera melakukan penyelidikan, memeriksa seluruh pihak terkait, mengaudit kegiatan anggaran yang dilaporkan, hingga menelusuri aliran dana yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi.

“Jika laporan ini tidak ditindaklanjuti secara serius, kami akan membawa persoalan ini ke Kejaksaan Agung dan KPK,” tegasnya.

Sebelumnya, Haris Hasibuan dan sejumlah aktivis GUNTUR juga pernah melaporkan Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara terkait dugaan penyalahgunaan beasiswa KIP Kuliah di sejumlah perguruan tinggi swasta di Sumut.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lagi, Disperindag Sumut Hentikan Operasional Tambang Pasir di Batu Bara
KUR BERKAH Diluncurkan, Bank Sumut Sasar Pelaku Usaha Mikro di Tapsel
“Jangan Tumpul Keatas”, PERMADA Desak Inspektorat Langkat Audit Rangkap Jabatan
Tangis Pilu di Depan Polrestabes Medan; Orang tua Korban Minta 3 DPO Penganiayaan Ditangkap
Propam Didesak Periksa Kapolsek Langkat Dugaan Kuasai Hutan Lindung 
DPN Ajak Masyarakat Sumut Bayar Pajak Pakai Uang Koin
P3TSU Medan Apresiasi Langkah Dirut PUD Pasar Bongkar Dugaan Kebocoran Anggaran
Elfanda Ananda,” Kedepankan Dialog, Bukan Pendekatan Refresif
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:08 WIB

Lagi, Disperindag Sumut Hentikan Operasional Tambang Pasir di Batu Bara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:06 WIB

Aktivis Pelapor Korupsi di LLDIKTI Sumut di Teror OTK

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:58 WIB

KUR BERKAH Diluncurkan, Bank Sumut Sasar Pelaku Usaha Mikro di Tapsel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:51 WIB

Tangis Pilu di Depan Polrestabes Medan; Orang tua Korban Minta 3 DPO Penganiayaan Ditangkap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:46 WIB

Propam Didesak Periksa Kapolsek Langkat Dugaan Kuasai Hutan Lindung 

Berita Terbaru

Berita

Aktivis Pelapor Korupsi di LLDIKTI Sumut di Teror OTK

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:06 WIB