GUNUNG SITOLI, SUARASUMUTONLINE.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) SALOM menggelar Perayaan Natal Tahun 2025 dan Syukuran Tahun Baru 2026 sekaligus Pengukuhan Pengurus Baru Periode 2025–2029. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Gereja BNKP Deninger, Kota Gunungsitoli, pada Minggu (8/2).
Ormas SALOM merupakan organisasi yang berdiri sejak 10 November 2003 atas prakarsa para tokoh masyarakat Nias Barat yang berdomisili di Kota Gunungsitoli. Secara rohani, SALOM berarti Damai Sejahtera, sementara secara lahiriah merupakan singkatan dari Sirombu, Alfa, Lolowau, Omega, dan Mandrehe.
Berdasarkan hasil Musyawarah Besar (Mubes) BPH Ormas SALOM yang dilaksanakan pada 29 November 2025, telah ditetapkan susunan Pengurus KSB Periode 2025–2029, yaitu:
Anugerah Meiyanto Gulo, ST., MM (Ketua Umum),
Emmanuel Gulo, ST (Sekretaris Jenderal),
Mei Astuti Telaumbanua, S.Pd (Bendahara Umum).
Dalam sambutannya, Ketua Umum BPH DPP Ormas SALOM, Anugerah Meiyanto Gulo, ST., MM, menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia, tokoh masyarakat, serta seluruh keluarga besar Ormas SALOM atas dukungan dan kerja sama sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para pendiri dan penasehat untuk memimpin Ormas SALOM. “Amanah ini akan kami jalankan sesuai dengan AD/ART organisasi serta berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat Nias pada umumnya dan Nias Barat pada khususnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anugerah berharap terjalin sinergi yang kuat antara seluruh elemen, khususnya para pembina, penasehat, tokoh masyarakat, pengurus lama, dan pengurus baru melalui prinsip K3 (Komunikasi, Konsultasi, dan Kolaborasi) demi kemajuan organisasi ke depan.
Sementara itu, Dewan Pembina Ormas SALOM, Drs. FG Martin Gulo, dalam arahannya menegaskan bahwa Ormas SALOM harus tetap konsisten pada jati dirinya sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang berlandaskan nilai kekristenan, persatuan, dan pelayanan. Ia juga mendorong agar kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan, integritas, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial masyarakat.
“Ormas SALOM harus menjadi mitra strategis pemerintah dan menjadi wadah pemersatu masyarakat Nias, khususnya perantau Nias Barat di Kota Gunungsitoli dan Bumi Aekhula Nias Barat,” tegasnya.
Arahan Bupati Nias Barat yang diwakili oleh Asisten II Setda Nias Barat, Asaria Harefa, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan.
“Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Ormas SALOM agar dapat bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berharap Ormas SALOM dapat menjadi organisasi yang solid, profesional, dan mampu menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Perayan Nataru ini dihadiri oleh Dewan Pembina dan Penasehat, BPH DPP Ormas Salom, tokoh Masyarakat, Adat, Pemuda, Pendidikan dan Rohani-rohaniawan.
Penulis : Odal Zai









