Puluhan Petani Demo Kantor Bupati Simalungun Minta Dilibatkan Dalam Program Ketahanan Pangan Ex Lahan Goodyear

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMALUNGUN, SUARASUMUTONLINE.ID – Puluhan massa aksi yang merupakan petani dari Kecamatan Tapian Dolok mendatangi Kantor Bupati Simalungun, Senin (2/2). Menuntut kejelasan dan keadilan terkait penggunaan lahan eks Goodyear yang selama ini menjadi sumber penghidupan petani, namun kini dialihkan untuk program ketahanan pangan nasional.

Aksi tersebut dipicu kekecewaan petani setelah lahan yang telah mereka kelola bertahun-tahun digusur menggunakan alat berat (grader), meski tanaman ubi dan sayuran di atasnya telah memasuki masa panen. Ironisnya, lahan yang telah diratakan itu kembali ditanami ubi oleh pihak lain.

“Ubi digrader saat sudah mau panen, lalu sekarang ditanami ubi lagi. Padahal petani sebelumnya juga menanam ubi,” ujar Candra Malau, Direktur Senada Institute, dalam orasinya.

Para petani menegaskan tidak menolak program ketahanan pangan pemerintah. Namun mereka meminta agar dilibatkan sebagai pelaku utama, bukan justru tersingkir di wilayah tempat mereka tinggal.

Baca Juga :  179 PTS di Sumut Tandatangani Arah Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026

“Kalau tidak ada masalah, kami tidak akan hadir di sini,” kata Novi, seorang petani.

Para petani memahami bahwa lahan tersebut merupakan milik pemerintah dan tidak memiliki niat untuk menguasainya. “Kami hanya ingin bertahan hidup dengan bertani, tidak ada sedikit pun hasrat untuk memiliki,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikap, petani Nagori Purba Sari menyebut telah mengelola sekitar 53 hektare dari total 200 hektare lahan eks Goodyear selama hampir sepuluh tahun terakhir. Lahan tersebut menjadi sumber mata pencaharian ratusan petani dari sejumlah kelompok tani.

Petani juga mengaku telah mengajukan permohonan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun agar dilibatkan dalam program ketahanan pangan nasional. Bahkan mereka menyatakan siap membayar retribusi dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun permohonan tersebut tidak mendapat respons.

“Kami menerima tanaman kami diratakan dan diganti jagung. Tapi setelah panen, kenapa kembali ditanami ubi dan bukan oleh kami?” kata Novi.

Baca Juga :  Pedagang Kaki Lima Tolak Direlokasi, Massa Demo Kantor Wali Kota Binjai

Kekecewaan serupa juga disampaikan seorang petani bermarga Saragih. Ia menyoroti pengelolaan lahan yang justru melibatkan pihak dari luar daerah.

“Kami warga di lokasi hanya melihat-lihat saja. Kami siap membayar untuk menambah PAD, asalkan diberi kesempatan mengelola,” ujarnya.

Usai menyampaikan orasi di depan gerbang Kantor Bupati Simalungun, para petani kemudian dipersilakan masuk untuk berdialog. Mereka diterima oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Simalungun, Albert Saragih, di Balei Tuan Rondahaim Saragih.

Dalam pertemuan tersebut, Albert menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutan petani akan diteruskan kepada Bupati Simalungun untuk ditindaklanjuti. Ia juga meminta petani tetap menjaga situasi kondusif sembari menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah daerah.

Para petani berharap dialog tersebut menjadi langkah awal penyelesaian konflik agar program ketahanan pangan nasional dapat berjalan seiring dengan perlindungan hak dan keberlangsungan hidup petani lokal.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat
Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato
Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG
Cabjari Labuhan Deli Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara
Dinsos Pematangsiantar Beri Trauma Healing ke 311 Pedagang Pasar Parluasan
SMAN 2 Pematangsiantar Siapkan 10 Rombel PPDB 2026
“Siantar Darurat Kriminal, Timbul Lingga: Jangan Diam!
Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek di Polresta Deli Serdang Dimutasi
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:21 WIB

Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat

Senin, 22 Juni 2026 - 20:00 WIB

Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato

Senin, 22 Juni 2026 - 19:54 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 19:43 WIB

Cabjari Labuhan Deli Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara

Senin, 22 Juni 2026 - 10:52 WIB

Dinsos Pematangsiantar Beri Trauma Healing ke 311 Pedagang Pasar Parluasan

Berita Terbaru

Nasional

Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur

Senin, 22 Jun 2026 - 22:57 WIB