Gubsu Gelontorkan Rp43 Miliar Gratiskan SPP SMA-SMK 10 Kabupaten/Kota

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) ala Gubernur Sumut Bobby Nasution terus berjalan. Tahun ini, Pemprov Sumut menggratiskan biaya sekolah atau SPP untuk SMA, SMK, dan SLB negeri di 10 kabupaten/kota.

Informasi dihimpun, Senin ( 26/1), Gubsu Bobby menggelontorkan anggaran mencapai Rp43 miliar untuk program PUBG tersebut.

“Jadi ada lebih kurang Rp 43 miliar untuk meng-cover Pulau Nias dan 5 kabupaten/kota,” kata Gubsu melalui Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga.

Alex menjelaskan anggaran untuk 5 kabupaten/kota di Pulau Nias sekitar Rp21 miliar. Sedangkan untuk 5 kabupaten/kota lain sebesar Rp22 miliar.

“Untuk 5 kabupaten/kota jumlah sasaran siswa lebih kurang 51 ribu dengan total pagu lebih kurang Rp 22 miliar,” ucapnya.

Skema pembiayaan dengan nama Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) ini bakal menggunakan istilah dana bantuan operasional sekolah (BOS) Daerah. Saat ini Peraturan Gubernur sedang dirancang untuk petunjuk teknis.

“Skemanya ini nanti sedang kita susun Peraturan Gubernur sebagai petunjuk teknis pelaksanaan dana BOS yang harus dilaksanakan pihak sekolah PUBG, nanti skemanya adalah BOS Daerah,” sebutnya.

Baca Juga :  Tolak Kenaikan 7,9 Persen, Buruh Nilai UMP 2025 Sumut Bisa Naik Hingga 9,5 Persen

Dana bakal dikirim langsung ke rekening sekolah nantinya. Anggaran disebut lebih besar dibandingkan dengan sistem SPP selama ini karena tidak memakai subsidi silang.

“Jadi dana PUBG ini nanti akan kita setor langsung ke rekening sekolah dengan tidak membedakan si mampu dan tidak mampu, jadi dana yang kita berikan ke sekolah tentu lebih dari skema SPP sekarang,” tuturnya.

Sebelumnya, program PUBG ini juga menjadi atensi diterapkan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumut. Hal itu ditegaskan Bobby pada akhir tahun kemarin.

“Ini untuk yang SMA nya di negeri untuk tahun depan harusnya memang yang tahun depan itu yang kita prioritaskan tadinya hanya di Kepulauan Nias untuk yang sekolahnya SMA itu bisa gratis, tapi karena di Tapsel, Tapteng, Sibolga, Langkat, Taput,” kata Bobby Nasution di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (27/1).

Baca Juga :  Pemkot Medan Mau Bikin Festival di Akhir Tahun Pakai Anggaran Rp 1 Miliar

Bobby menjelaskan korban banjir-longsor juga terdampak mata pencahariannya. Sehingga Pemprov Sumut mempercepat realisasi program unggulan bersekolah gratis (PUBG) tersebut.

“Kita tahu selain rumah pasti ada materil lain yang terdampak seperti sawah ataupun kebunnya, mata pencahariannya jadi terganggu pasti akan menganggu pembiayaan untuk anak-anaknya yang sekolah jadi tahun depan tahun depan di Tapanuli Selatan kita gratiskan, nggak usah bayar-bayar lagi, untuk yang negeri ya termasuk SMK dan SLB,” ujarnya.

Sehingga ada total 10 kabupaten/kota yang bakal diterapkan PUBG itu. 10 kabupaten/kota itu adalah Gunungsitoli, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Sibolga.

“Daerah terdampak, sejauh ini akan kita tambahkan kurang lebih ada lima daerah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Sibolga, dan juga Langkat. Lima, penambahannya, jadi, total tahun depan mudah-mudahan 10 kabupaten/kota, lima di Kepulauan Nias, lima di daerah terdampak bencana,” tuturnya.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan
Sejumlah Proyek Strategis Nasional Diduga Bikin Rugi PT Pelindo
Dugaan Penyalahgunaan Dana Pokir, GAMSU Desak Kejagung Periksa Oknum DPRD Langkat
Aliansi Pemuda Sumut Demo Pemko Binjai, Tuntut Kabag Perekonomian Dicopot
Pemda Diminta Bentuk Satgas Perlindungan Guru, Pematangsiantar Menanti Petunjuk Teknis
Di Duga Lemah Pengawasan, Proyek Irigasi Rp 588 Jura di Lokkung Raya Simalungun Retak Dini
Proyek Rekontruksi Jalan Dinas PUTR Simalungun Terkesan Asal Jadi
Kejatisu Tahan GM PT Yodya Karya (Persero) Dalam Kasus Dugaan Korupsi Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Tele
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:15 WIB

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:04 WIB

Sejumlah Proyek Strategis Nasional Diduga Bikin Rugi PT Pelindo

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:38 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Dana Pokir, GAMSU Desak Kejagung Periksa Oknum DPRD Langkat

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:32 WIB

Aliansi Pemuda Sumut Demo Pemko Binjai, Tuntut Kabag Perekonomian Dicopot

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:31 WIB

Pemda Diminta Bentuk Satgas Perlindungan Guru, Pematangsiantar Menanti Petunjuk Teknis

Berita Terbaru