DELI SERDANG ,SUARASUMUTONLINE.ID – Kegagalan Kabupaten Deli Serdang mencapai Universal Health Coverage (UHC) Prioritas atau layanan berobat gratis berbasis KTP terus menuai sorotan. Setelah Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution melontarkan sindiran terbuka, kini giliran Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Kuzu Serasi Tarigan menyampaikan kritik bernada pedas—namun menohok.
Menurut Kuzu, latar belakang Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan sebagai seorang dokter tidak otomatis menjamin pelayanan kesehatan rakyat berjalan baik. Karena itu, ia menilai wajar bila Gubernur Sumut merasa kecewa dan sedih.
“Ya wajar Pak Bobby kecewa. Dana Bagi Hasil sudah digelontorkan penuh, DPRD juga sudah menyiapkan anggaran. Tapi hasilnya? Deli Serdang tetap tidak UHC Prioritas,” kata Kuzu, Minggu (18/1).
Kuzu mempertanyakan mengapa program yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat itu justru mandek, padahal anggaran UHC Prioritas telah disahkan dalam Perubahan APBD 2025.
Ia bahkan mengingat kembali bagaimana DPRD kala itu diminta mempercepat pembahasan anggaran atas permintaan langsung kepala daerah.
“Saya masih ingat betul. Bahkan sebelum jadwal P-APBD, Bupati minta pembahasan dipercepat dengan alasan untuk kesehatan rakyat. Kami turuti, kami percepat. Tapi nyatanya, UHC tetap tidak jalan,” sindirnya.
Bagi Kuzu, persoalan ini tak bisa terus-menerus dibebankan kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Ia meminta Bupati melakukan evaluasi diri, bukan sekadar mencari kambing hitam.
“Jangan cuma menyalahkan SKPD. Harus berani bercermin, di mana salahnya. Rakyat butuh solusi, bukan alasan,” tegasnya.
Ia pun mendesak agar predikat UHC Prioritas segera diwujudkan, setidaknya sebelum memasuki bulan Ramadan. DPRD, kata Kuzu, sudah menyiapkan anggaran—tinggal kemauan dan kepemimpinan eksekutif untuk mengeksekusi.
Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution secara terbuka menyentil Pemkab Deli Serdang karena gagal memenuhi komitmen UHC Prioritas. Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Bobby bahkan mengaku kecewa dan sedih.
“Ini Deli Serdang, Pak. Bupatinya. Tidak UHC. Padahal komitmennya kemarin mau UHC,” ujar Bobby.
Sindiran Bobby semakin tajam ketika menyinggung Dana Bagi Hasil (DBH) yang disebutnya telah dibayarkan penuh oleh Pemprov Sumut, namun tidak diimbangi dengan pelaksanaan program prioritas yang telah disepakati.
“Kami sudah berusaha melunasi hutang DBH. Tapi tolong, program prioritas yang disepakati juga dijalankan,” ucap Bobby.
Sorotan berlapis dari gubernur dan legislatif ini menempatkan Pemkab Deli Serdang pada posisi yang sulit. Di tengah janji pelayanan kesehatan, berobat gratis masih menjadi slogan yang belum sepenuhnya dirasakan rakyat.
Penulis : Yuli









