MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Desakan publik akan adanya dugaan korupsi, mark up pada Pelaksanaan proyek UPT Wilayah Timur, Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Medan, yang bersumber dana dari APBD tahun 2025, semakin deras. koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Napotisme Sumatera Utara (Ampan Sumut) Cristio Situmorang mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar aksi demostrasi besar-besaran.
” Dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi besar-besaran di depan kantor walikota Medan, DPRD Medan dan Kejaksaan, dan Poldasu. Kami tidak mau sampai terjadi kembali seperti di PUPR Sumut. Sudah cukup lah, ” Tegas Cristio Situmorang, Sabtu ( 27/12).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa seluruh proyek yang saat ini dikerjakan merupakan dari uang rakyat jadi harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Pihaknya juga meminta agar segera dilakukan audit di dinas Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Medan, terkhusus UPT Wilayah Timur Dinas SDABMBK Kota Medan yang sampai saat ini proyek nya masih berjalan.
” Copot kadis Dinas SDABMBK kota Medan jika memang tidak becus mengatur anak buahnya. Audit segera seluruh proyek di UPT Wilayah Timur Dinas SDABMBK Kota Medan. Apalagi dari kabar yang kami dengar ada oknum kabid marga Srt yang selalu minta ” Upeti” Kepada pengusaha pemenang tender di tiap proyek. Yang pada akhirnya mau tidak mau spek dan volume pekerjaan dikurangi gara-gara ” Pungli” Terselubung ini, padahal oknum kabid tersebut sudah mau pengsiun, ” Sebutnya.
Selain itu, Aparat Penegak Hukum di minta untuk jemput bola, jangan sampai kecolongan lagi. Dan jangan sampai kejadian di Dinas PUPR Sumut yang menguncang seluruh warga Sumut dengan terungkapnya banyak praktek korupsi dan pekerjaan yang tidak sesuai juga terjadi di tubuh UPT Wilayah Timur, Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Medan milik Pemko Medan. Apalagi diketahui, kadis PUPR Sumut juga mantan dari SDABMBK kota Medan.
Dari data yang dihimpun di lapangan mendapati bahwa, Aroma dugaan korupsi itu, diantaranya terjadi pada proyek Beton Ready Mix Fc 20 Mpa, dengan volume pekerjaan 1.160 M3 sebesar Rp1.827.000.000.
Pengadaan besi polos ukuran 12 mm x 10 meter dengan volume pekerjaan 1200 batang. Adapun spesifikasi pekerjaan ini adalah SNI, produk dalam negeri. Pengadaan berkelanjutan atau Sustainable Public Procurement (SPP), dengan total pagu sebesar Rp210.840.000.
Pengadaan plastik beton Ibond Breaker dengan volume pekerjaan 3000 M2. Pengadaan berkelanjutan atau SPP tersebut dengan total pagu sebesar Rp206.910.000.
Proyek pengadaan Kayu Bekisting untuk 3x pakai dengan volume pekerjaan 25 M3 adalah pengadaan berkelanjutan SPP dengan total pagu sebesar Rp335.400.000, dengan metode pemilihan pengadaan langsung.
Pengadaan jasa penanganan (upah kerja) dengan volume pekerjaan 10 paket.
Spesifikasi pekerjaan, pengadaan berkelanjutan atau SPP dengan total pagu sebesar Rp600.000.000.
Pengadaan jasa penanganan (upah jasa) dengan volume pekerjaan 9 paket. Spesifikasi pekerjaan, pengadaan berkelanjutan atau SPP, dengan metode pemilihan pengadaan langsung sebesar Rp900.000.000.
Proyek Beton Ready Mix Fc” 20 Mpa dengan volume pekerjaan 706 M3. Pengadaan berkelanjutan atau SPP dengan Sumber Rp1.890.000.000.
Penulis : Yuli









