100 Ha Sawah Terancam Gagal Panen Karna Alih Fungsi Kebun Teh Sidamanik ke Sawit

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMALUNGUN, SUARASUMUTONLINE. ID – Dalam setahun terakhir, petani di Nagori Pematang Sidamanik, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, menghadapi krisis air yang semakin parah. Irigasi yang selama puluhan tahun menghidupi ratusan hektare sawah kini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dasar pertanian.

Masalah ini diduga kuat dipicu oleh alih fungsi lahan dari tanaman teh menjadi sawit. Debit air menurun drastis, membuat sistem pembagian air antarpenggarap tak lagi mencukupi. Dampak paling terasa sejak April lalu ketika umbul-umbul, sumber air utama setempat mulai mengering.

“Air tidak terbagi lagi ke persawahan. Pembagian sudah tidak cukup. Umbul juga mulai mengering. Bahkan air konsumsi masyarakat mulai bermasalah,” ujar Anton, salah seorang warga setempat,Senin (24/11).

Kondisi terburuk dialami petani di Dusun Pematang Tiga Urung, Parmahanan, dan Sinaman 1. Dari total sekitar 100 hektare sawah, irigasi kini hanya mampu mengaliri sekitar 15 hektare.

Baca Juga :  Pastikan MBG Tepat Sasaran, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Monitoring Langsung Penyaluran MBG di MAN Lokasi 2 Selat Lancan

“Tidak berani lagi kami menanam padi. Air tak ada. Sawah di ambang mati,” keluh sejumlah petani lainnya.

Damanik, seorang petani paruh baya, menuturkan bahwa warga kini harus mengatur air dengan sistem giliran berdasarkan waktu dan blok sawah.

“Kami tidak bisa tidur. Air kurang terus. Menjaga air malah sering bertengkar. Ini bisa jadi konflik sosial,” ujarnya.

Di lokasi terlihat tiga umbul di Nagori Pematang Sidamanik mulai mengering. Kincir-kincir air tradisional yang dulunya mengaliri sawah kini tidak lagi berfungsi.

Warga menyebut penurunan debit air mulai dirasakan sejak lahan PTPN yang sebelumnya merupakan kebun teh mulai diratakan untuk penanaman sawit.

“Mulai diratakan tempat untuk sawit itu, di situlah terasa debit air berkurang. Kami harus jaga air malam pun tak bisa istirahat,” tutur seorang petani lainnya.

Di Nagori Ambarisan, warga menyebut kini hanya seperempat lahan PTPN yang belum ditanami sawit.

Baca Juga :  Ribuan Masa Gelar Aksi Demo di Dapan DPRD Tapteng, Minta Segera Dibentuk Pansus Pembagunan Kantor Bupati Tapteng

Menurut warga, perubahan tutupan lahan mengubah pola serapan air. Saat musim hujan, air cepat menggenang karena banyak cekungan baru. Namun setelah beberapa bulan, air tidak lagi meresap ke mata air seperti Bah Biak dan Bah Butong.

“Ketika hujan Desember datang, lihat saja, pasti banjir. Simantin 3 itu banjir. Tapi setelah itu kering total,” ungkap warga lainnya.

Krisis air ini membuat banyak petani gagal bertanam dan kehilangan keberanian untuk kembali menanam padi karena risiko terlalu besar. Situasi ini dinilai berpotensi mengancam ketahanan pangan lokal jika tidak segera ditangani.

Tidak hanya kekeringan, kawasan kebun teh di sekitar juga mengalami banjir ketika hujan deras. Sebelumnya, pada Jumat (14/11), kawasan kebun teh di Afdeling III, Nagori Simantin, Kecamatan Pematang Sidamanik, tergenang air deras di area yang sedang dalam proses konversi ke sawit oleh PTPN IV. Yoelie

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan
Aliansi Pemuda Sumut Demo Pemko Binjai, Tuntut Kabag Perekonomian Dicopot
Pemda Diminta Bentuk Satgas Perlindungan Guru, Pematangsiantar Menanti Petunjuk Teknis
Di Duga Lemah Pengawasan, Proyek Irigasi Rp 588 Jura di Lokkung Raya Simalungun Retak Dini
Proyek Rekontruksi Jalan Dinas PUTR Simalungun Terkesan Asal Jadi
Puluhan Petani Demo Kantor Bupati Simalungun Minta Dilibatkan Dalam Program Ketahanan Pangan Ex Lahan Goodyear
Gotroy Warga Dusun VIII Cempaka Desa Samtim Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat
Bupati Deli Serdang Lantik Ratusan Pejabat, Fokus Profesionalisme ASN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:15 WIB

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:32 WIB

Aliansi Pemuda Sumut Demo Pemko Binjai, Tuntut Kabag Perekonomian Dicopot

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:31 WIB

Pemda Diminta Bentuk Satgas Perlindungan Guru, Pematangsiantar Menanti Petunjuk Teknis

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:15 WIB

Di Duga Lemah Pengawasan, Proyek Irigasi Rp 588 Jura di Lokkung Raya Simalungun Retak Dini

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:13 WIB

Proyek Rekontruksi Jalan Dinas PUTR Simalungun Terkesan Asal Jadi

Berita Terbaru