MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Sebanyak 2.886 pohon di beberapa ruas jalan di Kota Medan ditebang. Hal itu dilakukan dalam rangka pembangunan koridor Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Irsan Idris Nasution mengatakan, dalam proses pembangunan, beberapa ruas jalan akan terganggu.
“Dalam rangka pembangunan BRT di Kota Medan tahun 2026, salah satu prioritas kita adalah penebangan pohon lebih kurang 2.886 pohon. Dalam proses pembangunannya kami menyadari bahwa saat proses konstruksi BRT Metropolitan akan menyebabkan kemacetan, baik dari wilayah Deli Serdang maupun dari wilayah Kota Binjai,” ujar Irsan dalam video yang diunggah di akun Instagram Dishub Medan dilihat detikSumut, Jumat (8/5).
Irsan menyebut, saat ini pihaknya melakukan pengamanan proses penebangan pohon di berbagai lokasi. Ia mengimbau warga Medan, Binjai dan Deli Serdang dapat memahami kondisi yang terjadi.
“Kami mohon untuk warga yang bermukim di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai supaya mengetahui dan dapat memahami kondisi yang akan terjadi apabila pembangunan BRT ini akan dilaksanakan,” katanya.
Dikatakan Irsan, nantinya BRT akan beroperasi dan menghubungkan tiga wilayah. Ia berharap dukungan dari warga Kota Medan untuk keberlangsungan pembangunan koridor BRT.
“Kami memohon dukungan dari warga Medan selama pembangunan berlangsung. Upaya ini dilakukan demi kelancaran konstruksi fasilitas transportasi yang lebih modern dan terintegrasi bagi warga Medan, Binjai, dan Deli Serdang,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 273 unit Bus Rapid Transit (BRT) akan menghubungkan Kota Medan, Binjai dan Kabupaten Deli Serdang (Mebidang) mulai Juni 2027. Unit BRT ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat.
Wali Kota Medan, Rico Waas mengatakan, adanya BRT Mebidang bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur melainkan untuk mengubah pola transportasi masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang nyaman dan modern.
“Masyarakat harus tahu kapan proyek ini selesai. Kepastian waktu sangat penting agar warga paham apa yang sedang diupayakan pemerintah pusat maupun Pemkot Medan untuk mengurai kemacetan,” kata Rico Waas di Balai Kota.
Penulis : Yuli









