Bupati Langkat Temui  Korban Banjir, Janji Perjuangkan Bantuan  Pusat

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGKAT, SUARASUMUTONLINE.ID – Bupati Langkat Syah Afandin akhirnya menemui ribuan warga korban banjir yang berunjuk rasa setelah memutuskan terbang langsung dari Jakarta ke Kabupaten Langkat, Senin (20/4) sore.

Sebelumnya, massa sempat membubarkan diri usai ditenangkan Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo. Namun, mereka kembali mendatangi Kantor Bupati Langkat dengan tuntutan yang sama, yakni ingin bertemu langsung dengan kepala daerah.

Beberapa perwakilan massa kemudian diterima berdialog oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril. Dari hasil pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Bupati Langkat akan segera kembali dari Jakarta untuk menemui para pengunjuk rasa.

Menunggu kedatangan bupati, massa diarahkan berkumpul di Alun-alun Stabat. Tak lama berselang, menjelang waktu magrib, Syah Afandin tiba di lokasi dan disambut tepuk tangan warga.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan permohonan maaf karena tidak berada di tempat sejak awal aksi berlangsung. Ia menjelaskan bahwa dirinya sedang menjalankan tugas dinas di Jakarta.

Baca Juga :  Kejari Madina Gelar "Adhyaksa Peduli"

Bupati juga menegaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia terkait penanganan korban banjir, khususnya dalam pendataan warga yang terdampak.

“Korban banjir di Langkat mencapai sekitar 240 ribu jiwa. Nantinya akan dilakukan pendataan ulang, termasuk warga yang tidak mengalami kerusakan rumah, tetapi terdampak secara ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam penyaluran bantuan karena seluruh bantuan berasal dari pemerintah pusat. Namun demikian, pihaknya berkomitmen memperjuangkan agar seluruh korban terdampak dapat menerima bantuan secara merata.

Bupati juga mengajak perwakilan masyarakat untuk turut serta mendampingi saat dirinya kembali ke Jakarta guna menyampaikan langsung kondisi riil di lapangan kepada pemerintah pusat.

Sejumlah warga terlihat menyerahkan data secara langsung kepada bupati. Namun, ia menyarankan agar pendataan tetap dilakukan melalui koordinator agar lebih terstruktur dan tidak tercecer.

Baca Juga :  Sampah Berserakan di Pinggir Jalan Kota Tanjungbalai

“Saya sebagai pemimpin meminta maaf. Kita akan berjuang bersama ke Kementerian Sosial agar bantuan bisa disalurkan secara merata,” ucapnya.

Mendengar pernyataan tersebut, massa menyambut dengan antusias dan memberikan apresiasi. Sebelum membubarkan diri, warga satu per satu menyalami bupati sebagai bentuk terima kasih.

Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh kecemburuan sosial karena sebagian warga telah menerima bantuan, sementara ribuan lainnya mengaku belum terdata dan belum mendapatkan bantuan pascabencana.

Adapun tuntutan warga meliputi bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga, jatah hidup Rp1,3 juta per jiwa (setara Rp15 ribu per hari selama tiga bulan), serta ganti rugi perabotan rumah tangga dengan total sekitar Rp8 juta.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pensertifikatan Tanah Wakaf, BPN Palas Dapat Peringkat
Ratusan PPPK Paruh Waktu di Asahan Mengadu ke DPRD, Gaji Tak Kunjung Dibayar
GM GRIB Jaya Madina ” Longsor Berulang, Pemprov Sumut Seolah Tutup Mata “
Oknum di  Polres Diduga Halangi Pengacara Ketemu Kliennya
PN Sibuhuan Gelar Sidang Prapid Kasus Pencurian Sawit
ASPEMA Kejatisu Lakukan Supervisi Pemulihan Aset Di Kejari Asahan
PLN UID Sumut Pastikan Pembangunan Listrik Desa di Unte Makmur Rampung April Ini
193 Tahun Kabupaten Simalungun, Bank Sumut Pertegas Peran Strategis Lewat Sinergi dan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 06:27 WIB

Bupati Langkat Temui  Korban Banjir, Janji Perjuangkan Bantuan  Pusat

Rabu, 22 April 2026 - 06:19 WIB

Pensertifikatan Tanah Wakaf, BPN Palas Dapat Peringkat

Selasa, 21 April 2026 - 15:00 WIB

Ratusan PPPK Paruh Waktu di Asahan Mengadu ke DPRD, Gaji Tak Kunjung Dibayar

Selasa, 21 April 2026 - 14:57 WIB

GM GRIB Jaya Madina ” Longsor Berulang, Pemprov Sumut Seolah Tutup Mata “

Selasa, 21 April 2026 - 14:51 WIB

Oknum di  Polres Diduga Halangi Pengacara Ketemu Kliennya

Berita Terbaru

Berita

Pendaftaran Calon Komisioner KPID Sumut Resmi Dibuka

Rabu, 22 Apr 2026 - 06:22 WIB

Daerah

Pensertifikatan Tanah Wakaf, BPN Palas Dapat Peringkat

Rabu, 22 Apr 2026 - 06:19 WIB