Dampak Pemotongan TKD, APBD Binjai Tahun 2026 Tersisa Rp835 Miliar

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINJAI, SUARASUMUYONLINR. ID – Kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemotongan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) ke Kabupaten/Kota se-Indonesia juga berimbas kepada jumlah APBD di Kota Binjai.

Dari jumlah APBD Kota Binjai di tahun 2025 sebesar Rp1,09 triliun kini APBD tahun 2026 hanya tersisa menjadi Rp835 miliar atau turun sekitar 17,40 persen akibat dampak atas pemotongan dana TKD senilai Rp193 miliar kurang lebih.

“Benar ada penurunan sekitar Rp175 Miliar dari jumlah APBD tahun 2025 lalu,” ujar Ketua DPRD Binjai, Gusuartini saat ditemui usai rapat paripurna penyampaian Ranperda APBD Kota Binjai di Gedung DPRD Binjai, Senin (24/11).

Wakil DPRD Binjai, Hairil Anwar menjelaskan terkait pemotongan dana TKD merupakan kebijakan pemerintah pusat yang harus ditaati setiap pemerintah daerah. Hal ini juga berlaku kepada seluruh pemerintah daerah Kabupaten/Kota lainnya.

Baca Juga :  Even Skala Nasional Yang di Gelar di Sumut Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara Negara

“Kita Binjai itu dipotong dari TKD itu sekitar Rp193 miliar. Kalau dibilang apakah berpengaruh tentu saja sangat berpengaruh, tetapi untuk layanan publik apakah urusan perizinan, pembuatan KTP dan lainnya itu tetap diprioritaskan. Termasuk juga layanan kesehatan seperti UHC,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Binjai dari Fraksi PAN Ardiansyah Putra turut menyoroti soal pemotongan dana TKD yang berpengaruh atas berkurangnya APBD Binjai tahun 2026. Menurutnya, pemotongan dana TKD dikhawatirkan bisa berdampak terhadap proyek infrastruktur pembangunan daerah.

“Makanya saya katakan tadi apakah tidak berdampak terhadap pembangunan di daerah, karena dikhawatirkan pemotongan ini bisa menimbulkan penurunan tajam terhadap program-program pemerintah daerah, ataupun fiskal daerah,” tuturnya.

Baca Juga :  Bobby Nasution Lantik 177 Pejabat Administrator dan Pengawas

Ardian menyampaikan kepada Wakil Wali Kota (Wawako) Binjai, Hasanul Jihadi terkait langkah-langkah strategis apa yang dilakukan pemerintah kedepan supaya APBD tahun 2026 nantinya dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai skala prioritas untuk kepentingan masyarakat luas secara tepat sasaran.

Sedangkan Wawako Binjai, Hasanul Jihadi menyebut dalam hal ini Pemko Binjai tetap mendukung program dari pemerintah pusat. Tentunya ini juga sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota Binjai untuk mewujudkan Binjai Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.

Rapat paripurna ini diskor sementara untuk dilanjutkan kembali dalam pengesahan APBD tahun 2026 Kota Binjai yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/11) mendatang.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Rombak Total Jajaran Direksi Bank Sumut
Even Skala Nasional Yang di Gelar di Sumut Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara Negara
Gubsu Minta Rp 3 Triliyun Untuk ” digeser ” Ke Daerah 3T
Enam OPD Pemprov Sumut Belum Diisi Pimpinan Definitif
Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Karya Satya kepada Tiga Pegawai Kejari Mandailing Natal
Wali Kota Tanjungbalai Pimpin Upacara Hari Pahlawan Tahun 2025
Kajati Sumut Serahterimakan Wakajati, 5 Asisten dan 15 Kajari
Wali Kota Tanjungbalai Melantik 12 Pejabat Administrator, Pengawas dan Fungsional
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 13:56 WIB

Bobby Nasution Rombak Total Jajaran Direksi Bank Sumut

Selasa, 25 November 2025 - 13:49 WIB

Even Skala Nasional Yang di Gelar di Sumut Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara Negara

Selasa, 25 November 2025 - 08:32 WIB

Dampak Pemotongan TKD, APBD Binjai Tahun 2026 Tersisa Rp835 Miliar

Kamis, 13 November 2025 - 12:28 WIB

Gubsu Minta Rp 3 Triliyun Untuk ” digeser ” Ke Daerah 3T

Kamis, 13 November 2025 - 12:21 WIB

Enam OPD Pemprov Sumut Belum Diisi Pimpinan Definitif

Berita Terbaru