BULOG Sumut Tegaskan Tak Bisa Keluarkan Beras Tanpa Perintah Pemerintah dalam Situasi Bencana

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID -Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menanggapi pertanyaan terkait alasan beras tidak segera didistribusikan dalam kondisi force majeure meskipun bencana telah terjadi lima hari sebelumnya. Budi menegaskan bahwa BULOG merupakan operator yang tidak bisa mengeluarkan stok secara mandiri.

“Sebenarnya, kalau masalah diskresi, itu bukan Bulog. Karena Bulog hanya operator. Pemerintah yang berhak memberikan perintah kepada Bulog untuk mengeluarkan barang,” ucapnya, Senin (1/12).

Ia menyebutkan bahwa pada 26 November, BULOG telah mengeluarkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) milik provinsi. Namun, pengeluaran bantuan lain seperti beras SPHP (beras murah) terkendala karena pihak penerima, baik masyarakat maupun aparatur desa masih sibuk melakukan evakuasi dan pembenahan rumah.

Baca Juga :  Viral! Spanduk ‘Polisi Harus Belajar Baca Tulis’ Gegerkan Bundaran SIB Medan

“Bulog sendiri belum bisa mengeluarkan itu. Sehingga yang Bulog lakukan kemarin adalah menjual SPHP, karena Bulog tidak bisa mengeluarkan barangnya secara mandiri,” tambahnya.

Perintah pengeluaran barang harus berasal dari Pemerintah Pusat (dalam hal ini disetujui Bappenas untuk 2.200 ton), Pemerintah Provinsi (seperti CPPD yang sudah dikeluarkan), serta Pemerintah Kabupaten/Kota yang memiliki stok CPP.

Budi juga merinci kerugian stok di Gudang BULOG Sarudik, Sibolga, yang dibobol massa pascabencana. Ia mengonfirmasi bahwa total 1.300 ton beras serta puluhan ribu liter minyak goreng diduga telah diambil.

Baca Juga :  Dinkes Sumut Sebut Ada Lima Kabupaten/Kota yang Butuh Bantuan Tenaga Medis

Ia menjelaskan bahwa pada saat kejadian, stok gudang terdiri dari beras dengan jumlah awal 2.400 ton, minyak goreng 43.000 liter, serta produk lain seperti gula pasir dan jagung.

“Kalau secara hitungan awal sebelum kejadian itu ada 2.400 ton. Kemudian ada minyak goreng 43.000 liter. Ada produk-produk lain seperti gula pasir dan jagung juga di sana. Jadi, ada beberapa produk yang saya pikir mungkin habis,” kata Budi.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hj Asyifa Ketua Harian PB Pendawa Indonesia Ajak Warga Pendawa Perkuat Komunikasi Dan Eratkant Persatuan
Inspektorat Medan Dalami Dugaan Jual Beli Proyek di Dinas Perkimcikataru
Medan Jadi Kota Pertama di Sumatera Sinkronkan Data Tanah dan Pajak
Catat! 5 Lokasi SIM Keliling Medan 14-20 September 2026, Buka Sampai Minggu
Kasasi Ditolak, Empat Terdakwa Pengedar 45 Kg Sabu dari Lapas Divonis Mati
Mau Puas Kulineran di Medan? Simak 5 Tips Menjelajah Banyak Spot dalam Satu Hari
PD 14 Sumut: Kepala Daerah Perlu Kawal Payroll ASN, Jangan Sampai BPD Kehilangan Sumber Dana Strategis
Bebani Orang Tua, Komisi II DPRD Medan Usul Ongkos Bus Gratis untuk Pelajar
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 12:39 WIB

Hj Asyifa Ketua Harian PB Pendawa Indonesia Ajak Warga Pendawa Perkuat Komunikasi Dan Eratkant Persatuan

Kamis, 17 September 2026 - 19:13 WIB

Inspektorat Medan Dalami Dugaan Jual Beli Proyek di Dinas Perkimcikataru

Rabu, 16 September 2026 - 00:06 WIB

Medan Jadi Kota Pertama di Sumatera Sinkronkan Data Tanah dan Pajak

Selasa, 15 September 2026 - 12:16 WIB

Catat! 5 Lokasi SIM Keliling Medan 14-20 September 2026, Buka Sampai Minggu

Senin, 14 September 2026 - 10:17 WIB

Kasasi Ditolak, Empat Terdakwa Pengedar 45 Kg Sabu dari Lapas Divonis Mati

Berita Terbaru

Politik

Struktur PRI Medan Diklaim Capai 90 Persen

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:22 WIB

Kesehatan

IDAI Sumut Himbau Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:38 WIB