Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dinas PUPR Sumut, Hakim, ” Terdakwa Kirun Bak Sinterklas, Tukang Bagi-Bagi Uang “

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN,SUARASUMUTONLINE.ID: Sidang Lanjutan dugaan korupsi Dinas PUPR Sumut yang diketuai oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Khamozaro Waruwu kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan dengan mendengarkan keterangan dari Dirut PT Dalihan Na Tolu Grup( DNG) Muhammad Akhirun alias Kirun dan Dirut PT Rona Mora Grup( RMG) Rayhan Piliang yang didakwa suap kepada PPK untuk mendapatkan dua proyek senilai Rp 165 miliar, Kamis (9/10).

Keempat saksi yang di hadirkan pada sidang kali ini adalah  Umar Hadi, Gery Frendy Sinaga (PPK 1.4 tahun 2025), Munson Hutauruk (PPK 1.4 tahun 2020), dan Faisal (PPK 1.4 tahun 2023).

Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim sempat menanggapi peran terdakwa Kirun yang disebut-sebut kerap “membagi-bagikan uang” kepada sejumlah pihak.

“Kirun ini Sinterklas, ya. Kerjanya bagi-bagi uang saja,” ujar Hakim Khamozaro Waruwu menanggapi keterangan para saksi di ruang sidang.

Pernyataan itu muncul setelah majelis mendengarkan kesaksian Umar Hadi, seorang pegawai honorer yang ternyata menjadi pihak penampung dana operasional dan uang dokumen kontrak.

Baca Juga :  Sutrisno Pangaribuan : "KPK Harus Membuka Catatan Topan Terkait Pejabat Yang Terlibat Mengerjakan Proyek"

Umar mengaku ditugaskan oleh Heliyanto, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker I BBPJN Sumatera Utara, untuk menampung sejumlah dana yang dikirim oleh Taufik Hidayat Lubis—komisaris sekaligus orang kepercayaan terdakwa Kirun—melalui rekening pribadinya di Bank BRI.

Dari fakta persidangan terungkap, aliran dana ke rekening Umar berlangsung antara 1 Maret 2024 hingga 25 Juni 2025. Nilai transfer bervariasi, mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp50 juta, dengan total sekitar Rp100 juta. Namun, Umar mengaku hanya menerima Rp16 juta dari jumlah tersebut. Uang itu disebut-sebut sebagai dana operasional dan pengurusan dokumen kontrak untuk kepentingan proyek yang dikerjakan oleh PT DNG.

Selain Umar, saksi lain juga turut mendapat aliran dana dari terdakwa Kirun. Munson Hutauruk, yang telah pensiun sebagai PNS, mengaku menerima Rp530 juta. Dari jumlah itu, Rp300 juta diberikan oleh Kirun dengan alasan yang tidak diketahui, sementara Rp130 juta disebut sebagai bantuan untuk mengurus perkara perceraian Munson.

Baca Juga :  Mantan Sekda Effendi Pohan dan Kepala Bappeda Sumut Jadi Saksi Sidang Topan Ginting

Sementara itu, Faisal menerima Rp160 juta dari Kirun, dan Gery Frendy Sinaga mengaku hanya menerima Rp2 juta, yang diklaim sebagai pengganti biaya konsumsi rapat bersama pihak penyedia (PT DNG) usai penetapan pemenang lelang.

Dari keterangan saksi-saksi tersebut, terungkap pula bahwa bukan hanya PT DNG dan PT RM yang memenangkan tender proyek di lingkungan BBPJN Sumut, tetapi juga ada 11 perusahaan lain, termasuk PT Ayu Septa Perdana

Jaksa KPK Eko Putra Prayitno menyatakan pihaknya masih akan menghadirkan sejumlah saksi tambahan pada sidang berikutnya yang dijadwalkan pada Rabu, 15 Oktober 2025. Sebanyak 10 saksi baru akan diperiksa, termasuk Plt Kadis PUPR Medan Hendra Dermawan Siregar, Aldi (ajudan Topan Ginting), serta delapan saksi lain yang diduga mengetahui lebih jauh aliran dana dan peran pihak-pihak terkait.

Eko berharap seluruh rangkaian pemeriksaan dapat rampung pada akhir Oktober 2025 sehingga perkara dapat segera masuk ke tahap pembacaan tuntutan.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Razia Lalin 3 Jam di Madina Disorot, Amarullah Minta Pengawasan Tak Tebang Pilih
Kuasa Hukum Keluhkan Transparansi Penyelidikan Kasus Kematian Winda Lorenza
Lapak Narkoba Desa Tanjung Morawa,Polres Deli Serdang Amankan 7 Orang 
Status Tersangka Dhody Thahir Gugur, Penyidik Diperiksa Propam
Polda Sumut Hormati Putusan Praperadilan Dhody Thahir, Siap Keluarkan dari Tahanan
Aliansi Masyarakat Laporkan Dinas PPKB ke Kejari Tapsel rerkait dugaan Korupsi Rp.6 M
Warga Tiga Desa Di Padang Lawas Laporkan Pengusaha Robert Wijaya PHI ke Polres Padang Lawas
Pengacara Eks Kadinsos Samosir Protes Tuntutan 4 Tahun Penjara, Soroti Pasal dan Kerugian Negara
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Razia Lalin 3 Jam di Madina Disorot, Amarullah Minta Pengawasan Tak Tebang Pilih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Kuasa Hukum Keluhkan Transparansi Penyelidikan Kasus Kematian Winda Lorenza

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Lapak Narkoba Desa Tanjung Morawa,Polres Deli Serdang Amankan 7 Orang 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Status Tersangka Dhody Thahir Gugur, Penyidik Diperiksa Propam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Polda Sumut Hormati Putusan Praperadilan Dhody Thahir, Siap Keluarkan dari Tahanan

Berita Terbaru