Foto : Acara Muscab IX DPC PPP Kota Medan di Miyanna Hotel & Convention Jl;. H. Anif no 28 Medan Estate, Minggu (10/5/26). Dok
MEDAN, SSOL.ID – Busuknya politik internal PPP Kota Medan akhirnya meledak ke permukaan, bukan dari lawan, tapi dari kadernya sendiri.
Hermawan, S.Ag, kader militan yang selama ini memikul PPP saat partai itu babak belur tanpa kursi di DPRD Medan, kini mengaku ditipu mentah-mentah oleh pengurus DPW PPP Sumut.
Yang ia sebut adalah dua nama: Ketua DPW Sarmadan Nur Siregar dan Sekretaris Ahmadan Harahap.
Bukti yang ia sodorkan bukan omongan kosong. SK DPP PPP No.0045/SK/DPP/C/II/2026 tertanggal 6 Februari 2026 jelas tertulis: Plt Ketua Fikri Prabowo, Plt Sekretaris Willi Trilaksono, dan Plt Bendahara Hermawan S.Ag.
SK DPP PPP Menetapkan Plt Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC PPP Kota Medan 2026SK DPP PPP menetapkan Plt Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PPP Kota Medan 2026
Berbekal SK itu, mereka bertiga datang ke Launching Muscab se-Sumut di Serdang Bedagai 3 Mei 2026. Di sana Ketum Mardiono teriak: “Segera Muscab!”
Perintah dilaksanakan. Uang keluar dari kantong pribadi.
Minggu, 10 Mei 2026, Hotel Miyana, Medan Estate. Muscab DPC PPP Kota Medan digelar. Ketua Panitia Willi Trilaksono, Peserta 11 PAC, tidak ada sepeser pun bantuan dari DPW Hermawan yang nombok.
Hasilnya? Lewat formatur, nama Hermawan muncul sebagai calon tunggal. Sah dan disepakati.
Tapi 48 jam kemudian, skenario berubah, nama Hermawan dibuang seperti sampah.
Tiba-tiba muncul nama baru: Zainul Anwar, SM., sosok yang bahkan tidak terdaftar sebagai peserta Muscab, tidak pernah berkeringat di arena, tidak pernah mengeluarkan uang.
Dari mana nama itu? Hermawan menuding langsung: usulan Ketua dan Sekretaris DPW.
“Ini kejam, ini bukan PPP Ka’bah, ini PPP suka-suka. Kesepakatan diinjak, kepentingan yang menang,” tegas Hermawan kepada suarasumutonline.id , Jumat (9/10/2026).
Foto: Hermawan, S.Ag (dok)
Ironis, saat PPP Kota Medan butuh darah baru untuk merebut kembali kursi parlemen, yang diberi mandat justru orang yang tidak dipilih di Muscab. Sementara kader yang sudah habis uang dan tenaga, ditendang.
Lebih ironis lagi, pada Senin (5/10/2026), Zainul Anwar sudah pamer aktivitas perdana di Kantor DPC Jalan Sekip Baru, seolah tidak ada yang salah. Seolah Muscab di Hotel Miyana hanya sandiwara.
Pertanyaannya sekarang: Muscab itu untuk memilih ketua, atau hanya untuk mengesahkan ketua titipan DPW?
Kalau begini cara DPW PPP Sumut mengelola partai, jangan salahkan rakyat Medan kalau PPP terus dianggap partai ecek-ecek. Nol kursi bukan karena rakyat benci Ka’bah, tapi karena pengurusnya sendiri yang mengkhianati Ka’bah.
Dalam hal ini Hermawan S.Ag berharap agar DPP mengkaji ulang SK yang sudah terbit dan mengacu pada hasil keputusan formatur pada Muscab
Hingga berita ini naik, Ketua DPW Sarmadan Nur Siregar belum bisa terhubungi
Penulis : Dt. Arifin
Editor : Bahrum Nasution
Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow