MANDAILING NATAL, SSOL.ID – Razia lalu lintas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, pada Selasa (13/10/2026), menuai sorotan setelah berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 18.20 WIB. Selain pelaksanaan razia di sejumlah titik, perhatian juga tertuju pada antrean kendaraan di SPBU, keselamatan pengguna jalan, dan harapan agar pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berjalan optimal.
Sorotan tersebut disampaikan Muhammad Amarullah, Ketua DPD Poros Muda Sumatera Utara Kabupaten Mandailing Natal, melalui status WhatsApp. Ia mengkritisi pentingnya keseimbangan penegakan hukum dan meminta agar persoalan ketertiban lalu lintas tidak mengesampingkan masalah publik lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, razia berlangsung di beberapa titik, antara lain di depan Mapolres Mandailing Natal, kawasan SPBU Mompang atau Simpang Gunung Barani, serta di depan Pos Lantas Polres Mandailing Natal.
Selama kegiatan berlangsung, terlihat sekitar tiga hingga lima sepeda motor yang ditumpangi petugas serta satu unit mobil bergerak di sejumlah ruas jalan. Namun, tujuan pergerakan petugas, sasaran pemeriksaan, dan prosedur pelaksanaan kegiatan tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari kepolisian.
Klarifikasi diperlukan agar masyarakat memahami dasar pelaksanaan razia, jenis pelanggaran yang menjadi sasaran, serta langkah pengamanan yang diterapkan untuk menjaga keselamatan pengendara selama penindakan berlangsung.
*Antrean SPBU Mengular, Pengawasan BBM Bersubsidi Disorot*
Di kawasan SPBU Mompang, antrean kendaraan dilaporkan memanjang hingga badan jalan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama ketika kendaraan yang mengantre menggunakan sebagian ruang jalan.
Persoalan antrean SPBU juga memunculkan harapan agar pengawasan lalu lintas berjalan beriringan dengan upaya memastikan distribusi BBM bersubsidi berlangsung tertib dan tepat sasaran. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, masyarakat berharap instansi berwenang menindaklanjutinya melalui pemeriksaan sesuai ketentuan.
Meski demikian, antrean panjang tidak serta-merta membuktikan adanya penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi. Dugaan pelanggaran harus ditelusuri berdasarkan fakta, data, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pengendara Disebut Nyaris Kecelakaan
Selain persoalan antrean SPBU, redaksi menerima informasi mengenai seorang pengendara yang disebut nyaris mengalami kecelakaan ketika diduga dikejar petugas saat razia berlangsung.
Informasi tersebut belum terverifikasi secara independen. Kronologi kejadian, penyebab, dan keterkaitannya dengan kegiatan razia masih memerlukan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Karena itu, penjelasan kepolisian diperlukan untuk memastikan apakah peristiwa tersebut diketahui petugas atau telah dilaporkan, sekaligus menjelaskan prosedur keselamatan yang diterapkan saat melakukan pemeriksaan dan penindakan di jalan raya.
Amarullah: Jangan Hanya Tajam ke Knalpot
Melalui status WhatsApp-nya, Muhammad Amarullah menyampaikan kritik terhadap prioritas pengawasan dan penegakan hukum di Kabupaten Mandailing Natal.
“Razia lalu lintas 3 jam lebih, mantap! Sesekali razia juga SPBU, awasi yang diduga menimbun BBM subsidi, antri mengular, gara-garanya jalan raya jadi kotor berdebu. Jangan cuma tajam ke knalpot, tumpul ke mafia penimbun minyak!”
Pernyataan tersebut mencerminkan kritik Amarullah terhadap perlunya keseimbangan dalam pengawasan. Ia berharap perhatian aparat tidak hanya tertuju pada pelanggaran kendaraan, tetapi juga pada persoalan keselamatan pengguna jalan dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
Namun, pernyataan mengenai dugaan penimbunan merupakan kritik narasumber, bukan kesimpulan bahwa praktik tersebut terbukti terjadi di lokasi antrean. Pembuktian dugaan penyalahgunaan BBM tetap menjadi kewenangan instansi terkait melalui proses pemeriksaan berdasarkan bukti.
Humas Polres Mandailing Natal Belum Menanggapi
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan, Redaksi telah mengirimkan permintaan konfirmasi dan klarifikasi kepada Humas Polres Mandailing Natal melalui pesan WhatsApp.
Konfirmasi tersebut mencakup tujuan dan sasaran razia, prosedur pelaksanaan, informasi mengenai pengendara yang disebut nyaris mengalami kecelakaan, serta perhatian kepolisian terhadap antrean SPBU dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban atau tanggapan yang diterima redaksi dari Humas Polres Mandailing Natal.
Redaksi tetap membuka ruang bagi Polres Mandailing Natal untuk memberikan penjelasan resmi, meluruskan informasi yang dinilai kurang tepat, maupun menyampaikan data tambahan yang relevan. Klarifikasi tersebut penting untuk melengkapi informasi bagi masyarakat dan menjaga keberimbangan pemberitaan.
Pada akhirnya, ketegasan aparat tidak hanya dinilai dari jumlah kendaraan yang diperiksa atau pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari konsistensi menjaga keselamatan masyarakat, memastikan ketertiban di jalan raya, serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. (*)
Penulis : Hotma
Editor : Yuli









