JAKARTA, SUARASUMUTONLINE.ID – Desakan agar Indonesia keluar dari organisasi Board of Peace (BoP) terus mengemuka. Kali ini suara tersebut datang dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya, Anies menyampaikan pandangannya terkait posisi Indonesia dalam organisasi tersebut.
Mantan calon presiden pada 2024 Indonesian presidential election itu menegaskan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia berdiri di atas semangat menolak segala bentuk penjajahan.
“Di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, kita berjanji untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” kata Anies dalam pernyataannya yang dikutip Jumat (6/3/2026).
Soroti Peran Donald Trump
Anies juga menyoroti latar belakang pembentukan Board of Peace yang dipimpin oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurutnya, secara konsep BoP memang membawa misi perdamaian dunia. Namun ia mempertanyakan konsistensi organisasi tersebut setelah adanya tindakan militer terhadap Iran yang disebut dilakukan bersama Israel tanpa mandat dari United Nations (PBB).
“Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia?” tegasnya.
Ingatkan Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia
Lebih lanjut, Anies mengingatkan bahwa Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu pelopor diplomasi global melalui berbagai forum internasional seperti Konferensi Asia Afrika serta Gerakan Non-Blok.
Menurutnya, posisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai suara penting bagi negara-negara berkembang untuk menegakkan hukum internasional dan menolak dominasi kekuatan besar dunia.
Ia menilai prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia bukan berarti harus terlibat dalam setiap forum internasional tanpa mempertimbangkan nilai dan prinsip yang dipegang bangsa.
“Indonesia harus memilih forum yang selaras dengan prinsip membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan melindungi korban penjajahan,” ujarnya.
Anies pun menyebut momentum konflik terbaru di Timur Tengah dapat menjadi alasan bagi Indonesia untuk meninjau ulang keanggotaannya di Board of Peace.
“Momentum serangan ke Iran ini bisa digunakan untuk keluar dari Board of Peace dan menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia tidak bisa berada dalam forum perdamaian yang menutup mata terhadap pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri,” pungkasnya.
Penulis : Rahmat









