MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Ketua Umum Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), Bachtiar SH, mengapresiasi sikap ksatria Letjen TNI Yudi Abrimantyo yang meletakkan jabatannya sebagai Kepala BAIS TNI usai kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus.
Bachtiar menilai, mundurnya Letjen TNI Yudi Abrimantyo sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap anggota yang terindikasi penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus.
“Sudah sebaiknya para pejabat yang mempunyai moral dan tanggungjawab bisa mengikuti langkah mantan Kabais Letjen Yudi Abrianto,” ungkap Bachtiar, Sabtu (28/3).
Ia juga menganggap Letjen TNI Yudi Abrianto sosok pimpinan yang bertanggungjawab.
“Kita juga berharap kasus penyiraman aktivis tersebut bisa diuraikan dan disidangkan sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia. Siapapun pelaku kejadian penyiraman aktivis wajib mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” ungkap Bachtiar.
Lanjutnya, “Kita harapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi, apalagi kejadian tersebut melibatkan oknum perwira TNI, yang jelas Tupoksinya menjaga kedaulatan Negara. Kejadian ini mengingatkan kita pada kasus KM 50 terhadap Anggota FPI. Kejadian kejadian tersebut tidak semestinya terjadi bila mana semua pihak bisa melakukan introspeksi pada lembaga yang ada di Negara Republik Indonesia,” sebutnya.
Diketahui, sebanyak empat prajurit Badan Intelijen Strategis (Bais) Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Puspom TNI telah menahan empat prajurit Bais TNI berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES sebelum dipindahkan ke Pomdam Jaya.
Penulis : Yuli









