DELISERDANG, SUARASUMUTONLINE.ID – Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, didesak segera mengusut kucuran dana perawatan kebun sawit PTPN IV Regional 2 Kebun Tanjung Garbus.
Pasalnya, dana yang digelontorkan hingga miliaran rupiah setiap tahunnya itu disinyalir ditilep oknum-oknum tak bertanggungjawab dan diduga merupakan “orang dalam”.
Duit miliaran rupiah yang seharusnya untuk merawat kebun sawit, diduga malah dijadikan lahan korupsi hingga berpotensi merugikan keuangan negara selama bertahun-tahun.
“Kami selaku masyarakat meminta agar APH, dalam hal ini Kejati Sumut, untuk segera atau tidak ragu mengusut dana perawatan kebun sawit PTPN IV Regional 2, Kebun Tanjung Garbus, karena merugikan negara miliaran rupiah tiap tahunnya,” tegas RH (56) warga setempat Sabtu (27/12).
Disebutkannya, kondisi kebun KSO PTPN IV Regional 2 di Afd 1 Blok 11 TM 2012/2013 Kebun Tanjung Garbus, tidak pernah dirawat/penyemprotan. Padahal anggaran tetap dikeluarkan setiap tahunnya.
“Tidak pernah dirawat. Rumput menjadi tinggi. Bahkan, banyak pohon liar yang tumbuh menutupi jalan, akibatnya pekerja mengalami kesulitan memanen TBS. Dampaknya, banyak TBS yang busuk percuma,” ucapnya.
Alhasil, kerugian tidak hanya terjadi pada anggaran yang digelontorkan setiap tahunnya saja, namun juga pada hasil panen. Dimana, para pemanen enggan untuk memanen sawit dilokasi yang semak. Akibatnya, Tandan Buah Segar (TBS) busuk percuma.
Para pemanen enggan memanen sawit yang pohonnya semak lantaran takut ada sesuatu yang tidak diinginkan, seperti ular berbisa maupun sarang lebah. Bahkan untuk berjalan menuju ke pohon juga sulit lantaran dipenuhi semak.
Disebut-sebut, anggaran perawatan kebun sawit disalahgunakan oleh oknum orang dalam. Sehingga perawatan kebun sawit tidak pernah dilakukan, meski anggarannya turun setiap tahun.
“Dana perawatan mencapai miliaran rupiah selama beberapa tahun terindikasi dijadikan lahan untuk kepentingan pribadi demi memperkaya sejumlah oknum,” tukas tegas.
Sumber kembali menyebutkan, dana perawatan kebun sawit senilai miliaran rupiah diduga disalahgunakan oknum orang dalam untuk dibagi-bagi. Sementara, hasil produksi TBS merosot setiap tahun.
Hingga berita ini dilansir, Sabtu (27/12), Manager PTPN IV Regional 2 Kebun Tanjung Garbus, belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya.
Penulis : Yuli









