Gubsu Rekomendasi Soal TPL Dikeluarkan Pekan Depan

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE. ID – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, belum mengeluarkan rekomendasi kepada Pemerintah Pusat merespon desakan tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Gubernur Bobby Nasution masih akan menghimpun seluruh pandangan dari semua pihak lewat forum rapat yang akan dipimpin Pj Sekdaprov Sumut bersama Forkopimda.

Pihak-pihak dimaksud tersebut, di antaranya Forkopimda Sumut, Sekber Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara, dan pemerintah daerah di kawasan operasional TPL.

Direncanakan pada pekan depan, Gubernur Bobby Nasution akan menandatangani rekomendasi tersebut, sekaligus mengirimkannya ke Pemerintah Pusat.

“Yang pasti tadi kesimpulannya disampaikan, kami dari pemerintah provinsi akan mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah pusat karena TPL berada di wilayah Sumatera Utara dan berada di 12 kabupaten yang ada di wilayah Sumatera Utara,” ujar Bobby.

Hal tersebut disampaikan Bobby, usai memimpin Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Aksi Damai dan Evaluasi Operasional PT TPL, di Ruang Rapat Lantai II, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (24/11).

Turut mendampingi Bobby, di antaranya Ketua Sekber Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara Pastor Walden Sitanggang dan Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan.

Ia kembali menegaskan, rekomendasi yang nantinya ia sampaikan adalah yang didalamnya memperhatikan pandangan-pandangan semua pihak terhadap TPL, baik jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.

“Ini harus kita sama-sama sepakati, saya bilang tadi kalau persoalan tutup, kita boleh merekomendasikannya, pandangan-pandangannya,” ujar Bobby.

Namun menurut Bobby, tidak bisa begitu saja mengeluarkan rekomendasi soal TPL. Sebab harus juga memperhatikan atau ada solusi bagi para tenaga kerja asal Sumut yang bekerja di TPL.

“Seperti tadi bagaimana ada hari ini tenaga kerja, yang berasal dari Sumatera Utara juga di sana, ada solusinya juga, jangka menengahnya, jangka pendek yang masyarakat yang selama ini bisa menanam, misalnya tadi diminta, dan saya rasa bagus juga dan saya sepakat, area-area yang bersinggungan dengan masyarakat, ya TPL jangan nanam dululah daripada terjadi konflik dan hal lain-lain,” ujar Bobby.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Pungli Parkir di CFN Medan, Rico Waas Instruksikan Tindakan Tegas

Hal-hal seperti itulah, jelas Bobby, yang nanti akan dikonklusikan, sehingga menjadi suatu rekomendasi yang baik dari Pemerintah Provinsi Sumut kepada Pemerintah Pusat.

Lebih lanjut disampaikan Bobby sebagaimana yang kerap Presiden RI, bahwa yang menyangkut hidup masyarakat, seperti air dan tanah dalam pasal 33 ayat 3 UUD 1945, adalah untuk mensejahterakan masyarakat.

Oleh karena itu kalau memang sampai mengganggu kehidupan masyarakat, makanya saya minta tadi kalau bisa jangan ditanam dulu. Nanti kan hal-hal seperti ini kan, pemerintah provinsi kita bisa merekomendasikan. Kita sepakat sampai di awal tadi, pemerintah provinsi tidak punya wewenang untuk menutup, tapi kami bisa merekomendasikan,” jelasnya lagi.

Selain itu, saat ditanya wartawan apakah pernah bertemu dengan TPL membahas permasalahan yang timbul, Bobby mengaku sulit untuk berkoordinasi dengan pihak TPL.

“Pernah berdiskusi, tapi untuk teknis detail bicara tentang ini saya rasa, tadi saya sudah sampaikan juga kepada bapak ephorus, kepada pastor, kita pun agak sulit komunikasi,” ujar Bobby.

Namun menurut Bobby, rekomendasi tersebut nantinya untuk masyarakat. “Pokoknya ini untuk masyarakat ya, tapi jangka panjang tadi saya sampaikan jangan hanya asal cabut, karena akan mempengaruhi sektor bisnis secara menyeluruh,” jelasnya.

Bobby tidak ingin pemerintah dituding asal-asalan. “Jangan nanti pemerintah dianggap sebentar kasih ijin, sebentar nggak, sebentar nyabut, sebentar ngasih ijin, sebentar nyabut. Tapi pandangan-pandangan yang tidak dari provinsi, benar-benar secara data bisa dipertanggungjawabkan dan secara kebijakan, logis untuk diambil oleh pemerintah pusat,” pungkas Bobby.

Sementara itu, Sekber Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara Pastor Walden Sitanggang, mengatakan apresiasinya kepada Gubernur Bobby Nasution yang melihat dampak yang ditimbulkan operasional TPL, baik yang positif maupun negatif.

“Dan tadi menggembirakan bapak gubernur sebagai pribadi yang kami dapat tadi bahwa beliau sampaikan yang pertama itu memang secara pribadi beliau langsung katakan memang melihat dampak negatif dan dampak positif, karena kita tau PT Toba Pulp pasti memiliki dampak positif , tapi melihat kisah dan juga pengalaman yang disampaikan oleh masyarakat tadi, lebih banyak dampak negatif yang hadir karena operasional dari PT Toba Pulp, maka beliau juga setuju PT Toba Pulp ditutup atau dicabut ijin operasionalnya,” ujar Pastor Walden Sitanggang.

Baca Juga :  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW UPT SMP N 6 Medan

Menurut Pastor Walden Sitanggang, sikap Gubernur Bobby tersebut adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi pihaknya dan bagi masyarakat di kawasan Danau Toba dan Tapanuli Raya.

“Itu yang sungguh menggembirakan. Walaupun proses untuk membuat rekomendasi seperti yang beliau katakan tadi, kami masih akan bekerja sama untuk membuat itu. Dan juga tentu kami sebagai masyarakat, bersama dengan masyarakat korban, masyarakat yang langsung merasakan dampak negatifnya itu, tentu juga tidak menutup mata untuk melihat akibat dari kalau perusahaan itu ditutup, tentu ada pemikiran-pemikiran yang akan disampaikan, supaya juga kita tetap mengalami keharmonisan dan mengalami kedamaian,” ujarnya.

Semua berjalan dengan baik, semua dihargai, semua didengar, nah itu juga yang sangat penting bagi kami dengan pertemuan pak gubernur, beliau pemimpin yang bijaksana,” ujar Ephorus.

Terutama dari ungkapan yang disampaikan Gubernur Bobby, yang menurut Ephorus adalah pada intinya sama dengan harapan masyarakat supaya masyarakat Sumut bisa sejahtera dan terjalin kerukunan serta bagaimana persoalan dapat diatasi.

“Jadi banyak hal yang menginspirasi dengan pertemuan kami dengan pak gubernur, dan tentu kami sebagai rohaniawan, Katolik dan Protestan, mengapa kami hadir di sini?, karena kami merasa sebagai mitra pak gubernur, membantu pak gubernur, kami mendengar jeritan umat, kami menempatkan diri sebagai mitra, yang membantu pemerintah kita pak gubernur untuk menyampaikannya kepada beliau, dan itulah yang kami syukuri, kami berterima kasih beliau menyambut kami dengan hangat dan ada harapan ke depan,” ujarnya.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hj Asyifa Ketua Harian PB Pendawa Indonesia Ajak Warga Pendawa Perkuat Komunikasi Dan Eratkant Persatuan
Inspektorat Medan Dalami Dugaan Jual Beli Proyek di Dinas Perkimcikataru
Medan Jadi Kota Pertama di Sumatera Sinkronkan Data Tanah dan Pajak
Catat! 5 Lokasi SIM Keliling Medan 14-20 September 2026, Buka Sampai Minggu
Kasasi Ditolak, Empat Terdakwa Pengedar 45 Kg Sabu dari Lapas Divonis Mati
Mau Puas Kulineran di Medan? Simak 5 Tips Menjelajah Banyak Spot dalam Satu Hari
PD 14 Sumut: Kepala Daerah Perlu Kawal Payroll ASN, Jangan Sampai BPD Kehilangan Sumber Dana Strategis
Bebani Orang Tua, Komisi II DPRD Medan Usul Ongkos Bus Gratis untuk Pelajar
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 12:39 WIB

Hj Asyifa Ketua Harian PB Pendawa Indonesia Ajak Warga Pendawa Perkuat Komunikasi Dan Eratkant Persatuan

Kamis, 17 September 2026 - 19:13 WIB

Inspektorat Medan Dalami Dugaan Jual Beli Proyek di Dinas Perkimcikataru

Rabu, 16 September 2026 - 00:06 WIB

Medan Jadi Kota Pertama di Sumatera Sinkronkan Data Tanah dan Pajak

Selasa, 15 September 2026 - 12:16 WIB

Catat! 5 Lokasi SIM Keliling Medan 14-20 September 2026, Buka Sampai Minggu

Senin, 14 September 2026 - 10:17 WIB

Kasasi Ditolak, Empat Terdakwa Pengedar 45 Kg Sabu dari Lapas Divonis Mati

Berita Terbaru

Daerah

Tambang di Pulo Padang Ditertibkan, Warga Minta Solusi

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:08 WIB

Daerah

Razia Lapas Labuhan Ruku, 100 WBP Jalani Tes Urin

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:00 WIB