Institut Kesehatan Helvetia Tingkatkan Kesadaran Ibu Hamil Lewat Edukasi ANC

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Tim dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Edukasi Kunjungan ANC untuk Mendeteksi Tanda Bahaya Kehamilan” di Klinik Pratama Karya Bunda, Kota Medan, Senin (20/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai risiko dan komplikasi selama masa kehamilan.

Kegiatan dipimpin oleh Bd. Dewi Sartika, SST., MKM selaku ketua tim, didampingi Bd. Jitasari Tarigan Sibero, SST., M.Kes dan Bd. Yulida Effendi Nasution, S.Keb., SKM., M.Kes sebagai anggota dosen. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Puja Amanda dan Celine Limois.

Dalam penyuluhan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya melakukan kunjungan ANC secara rutin mulai dari trimester pertama hingga trimester ketiga.

Baca Juga :  Lega! Disdikbud Medan Izinkan Siswa Pakai Seragam Bekas Kakak. Sekolah Nggak Boleh Maksa Beli

Tim juga menjelaskan berbagai tanda bahaya kehamilan yang perlu segera mendapatkan penanganan tenaga kesehatan, seperti perdarahan, tekanan darah tinggi, pembengkakan berlebihan, nyeri perut hebat, berkurangnya gerakan janin, hingga keluhan lain yang berpotensi membahayakan ibu maupun janin.

Ketua tim pengabdian, Bd. Dewi Sartika, SST., MKM, menjelaskan bahwa masih banyak ibu hamil yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala.

“Sebagian ibu hamil masih menganggap kehamilan adalah proses yang selalu normal sehingga enggan melakukan pemeriksaan rutin. Padahal melalui kunjungan ANC, berbagai risiko kehamilan dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan rekomendasi pelayanan kesehatan, ibu hamil dianjurkan menjalani minimal enam kali kunjungan ANC selama masa kehamilan.

Pemeriksaan tersebut bertujuan memantau kondisi kesehatan ibu dan janin sekaligus mendeteksi kemungkinan komplikasi sedini mungkin.

Baca Juga :  YPI Miftahussalam Medan Gelar Eksibisi Ekstrakurikuler Sambut Siswa Baru

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya konsultasi dengan dokter maupun bidan, pemeriksaan ultrasonografi (USG), serta menjaga pola hidup sehat selama kehamilan agar proses persalinan dapat berlangsung dengan aman.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab. Para ibu hamil tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan seputar keluhan selama kehamilan, jadwal pemeriksaan yang dianjurkan, hingga langkah yang harus dilakukan apabila mengalami tanda-tanda kegawatdaruratan.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Institut Kesehatan Helvetia Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui edukasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan ANC sehingga berbagai tanda bahaya kehamilan dapat dideteksi sejak dini, risiko komplikasi dapat diminimalkan, serta kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga hingga proses persalinan.

Penulis : Rahmat

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dosen Helvetia Medan Edukasi Ibu Balita Maksimalkan Buku KIA untuk Pantau Tumbuh Kembang Anak
YPI Miftahussalam Medan Gelar Eksibisi Ekstrakurikuler Sambut Siswa Baru
Limbah MBG Disulap Jadi Batu Bata, Siswa MAN 1 Medan Raih Emas di Jepang
FKIP Univa Medan Gelar Seminar Nasional Manfaat AI untuk Pendidikan
SMA Negeri 5 Pematangsiantar Sosialisasi MPLS Ramah ke 360 Orang Tua
Lega! Disdikbud Medan Izinkan Siswa Pakai Seragam Bekas Kakak. Sekolah Nggak Boleh Maksa Beli
Sofyan Tan: Perjuangan 12 Tahun Berbuah, PTS Akhirnya Dapat Bantuan Operasional Rp1,8 Triliun
Dugaan Skandal Perselingkuhan dan KDRT: Kaprodi S3 UIN Sumut Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:11 WIB

Institut Kesehatan Helvetia Tingkatkan Kesadaran Ibu Hamil Lewat Edukasi ANC

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:01 WIB

Dosen Helvetia Medan Edukasi Ibu Balita Maksimalkan Buku KIA untuk Pantau Tumbuh Kembang Anak

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:53 WIB

YPI Miftahussalam Medan Gelar Eksibisi Ekstrakurikuler Sambut Siswa Baru

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:23 WIB

Limbah MBG Disulap Jadi Batu Bata, Siswa MAN 1 Medan Raih Emas di Jepang

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:40 WIB

FKIP Univa Medan Gelar Seminar Nasional Manfaat AI untuk Pendidikan

Berita Terbaru