MEDAN, SSOL.ID – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Ibu Cerdas, Anak Berkualitas: Optimalisasi Pemanfaatan Buku KIA untuk Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak” di Klinik Pratama Bunda Karya, Jalan Budi Luhur No. 98, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Senin (20/7).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para ibu dalam memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) sebagai sarana memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini.
Pengabdian kepada masyarakat tersebut dipimpin oleh Bd. Jitasari Tarigan Sibero, SST., S.Pd., M.Kes sebagai ketua tim, didampingi Bd. Dewi Sartika, SST., MKM dan Bd. Afrahul Padilah Siregar, SST., M.Kes sebagai anggota dosen. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Risma Widiya dan Azlia Sayyidatina Fatima.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai fungsi Buku KIA yang tidak hanya digunakan sebagai dokumen saat pemeriksaan kesehatan, tetapi juga sebagai panduan penting bagi orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak secara mandiri.
Materi yang disampaikan meliputi cara membaca grafik pertumbuhan, memahami tahapan perkembangan sesuai usia, memantau status gizi, perkembangan motorik, bahasa, sosial, hingga mengenali tanda-tanda gangguan tumbuh kembang yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Ketua tim pengabdian, Bd. Jitasari Tarigan Sibero, SST., S.Pd., M.Kes, menjelaskan bahwa masih banyak ibu yang belum memahami pemanfaatan Buku KIA secara optimal.
“Buku KIA bukan hanya buku yang dibawa saat kontrol ke fasilitas kesehatan, tetapi merupakan panduan penting bagi orang tua untuk memantau kesehatan dan perkembangan anak sejak lahir. Dengan memahami isi Buku KIA, ibu dapat mengenali lebih dini apabila terjadi penyimpangan pertumbuhan maupun perkembangan sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi penggunaan Buku KIA, hingga sesi konsultasi. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam memantau tumbuh kembang anak di rumah.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama mengenai cara membaca grafik pertumbuhan, mengenali keterlambatan perkembangan anak, serta langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan tanda-tanda penyimpangan.
Tim pengabdian berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan Buku KIA sebagai instrumen deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Institut Kesehatan Helvetia Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan.
Diharapkan semakin banyak ibu yang mampu memanfaatkan Buku KIA secara optimal sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang sesuai tahapan usianya.
Penulis : Rahmat









