DPRD Tapteng Adukan Dugaan Penimbunan Bantuan Banjir hingga Busuk ke Polres

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPANULI TENGAH, SUARASUMUTONLINE.ID – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Deni Herman Hulu membuat pengaduan ke Polres Tapteng soal dugaan penimbunan dan penyalahgunaan bantuan banjir di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Laporan ini dibuat setelah Deni menemukan penimbunan beras hingga busuk beberapa waktu lalu.

“Kedatangan kami berkunjung ke Polres Kabupaten Tapanuli Tengah ini untuk mengantarkan surat pengaduan masyarakat (Dumas) terkait masalah penimbunan sembako yang ada di Kelurahan Hutanabolon,” kata Deni Herman Hulu, Jumat (24/4).

Deni membuat pengaduan tersebut pada Kamis (23/4). Surat pengaduan dengan kop surat DPRD Tapteng itu disebut diterima oleh petugas kepolisian di bagian SPKT.

“Ada 2 orang (polisi yang menerima di bagian SPKT Polres Tapteng),” ucapnya.

Dalam surat pengaduan yang diberikan oleh Deni, terdapat sejumlah bantuan yang diduga dilakukan penimbunan. Seperti beras, mi, roti, popok bayi, tikar dan lainnya di Posko Bencana di Kelurahan Hutanabolon.

“Informasi yang beredar bantuan tersebut sering dikeluarkan di tengah larut malam dengan tujuan diduga disalahgunakan sehingga ketika adanya penemuan tersebut warga berkumpul dan langsung mendatangi lokasi dengan rasa marah, karena mereka kecewa ada bantuan yang tidak disalurkan disaat masyarakat sangat membutuhkan. Namun kemarahan masyarakat tersebut dapat diredam,” demikian tertulis dalam surat tersebut.

Baca Juga :  Syaiful Syafri , Apresiasi Menteri Desa PDT Yandri Susanto Untuk Memajukan Desa Mandiri

Selain itu, Deni menduga bantuan susu yang diberikan Presiden Prabowo Subianto juga dijual oleh pihak terkait. Sebab, tidak ada masyarakat yang menerima bantuan susu bermerek Bear Brand.

“Kami juga menduga banyaknya lagi bantuan lainnya yang diduga disalahgunakan, seperti bantuan Bear Brand (Susu Beruang) dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, yang mana sepengetahuan kami sampai hari ini masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah tidak ada menerimanya. Dan informasi yang beredar susu tersebut diduga telah dijual kepada pihak lainnya,” imbuhnya.

Sehingga DPRD Tapteng disebut meminta Kapolres Tapteng untuk melakukan penyelidikan soal kasus ini.

“Maka bersama ini DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah meminta kepada Bapak Kapolres Tapanuli Tengah berkenan untuk melakukan penyelidikan sesuai aturan hukum yang berlaku,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Deni Herman Hulu menemukan beras ditimbun hingga busuk di posko Simpang Sipange, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Deni merasa kecewa terhadap Pemkab Tapteng.

Dalam video yang dilihat, Minggu (19/4), terlihat Deni mendatangi sebuah tenda yang disebut posko logistik dan juga sebuah bangunan. Terlihat tumpukan beras dalam posko tersebut.

Baca Juga :  Pengamat Kebijakan Publik Elfanda "Pintu Masuk Bongkar Korupsi KIP; Kejatisu Periksa Prof. Syaiful Anwar

Deni Herman Hulu mengatakan jika sidak itu dilakukan hari ini. Berdasarkan penjelasan penjaga posko, beras ditimbun karena jumlah yang dibagikan masih kurang merata jika dibagikan.

“Baru hari ini, posko di Simpang Sipange, Hutanabolon, kalau penjelasan dari orang itu (penjaga), katanya dikira orang itu masih ada tambahan karena kurang itu katanya kurang banyak biar rata masyarakat itu. Saya bilang nggak apa-apa sikit-sikit ngak apa-apa yang terpenting tersalur,” kata Deni Herman Hulu saat dihubungi, sejumlah media, Minggu (19/4).

Deni mengaku sudah memanggil Lurah Hutanabolon saat sidak. Namun tidak hadir karena sedang ibadah, sehingga yang dia tanya hanya penjaga posko.

“Kebetulan tadi saya panggil lurah, kebetulan lurahnya lagi ibadah Minggu, jadi nggak bisa mereka menghadiri jadi yang menjagalah saya tanya-tanya, jadi saya minta cepat-cepat dibagi,” ujarnya.

Namun berdasarkan pengakuan masyarakat, beras itu disebut tidak pernah dibagi. Hanya keluarga-keluarga yang mendapat bantuan.

“Kata masyarakat itu ini nggak pernah dibagi, cuma keluarga-keluarganya saja satu-satu nanti masuk, keluarga yang diutamakan,” jelasnya.

 

Editor : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UPDATE MALAM INI: Tersangka Penyadapan Masih 4 Orang, Bareskrim Kini Dalami Dugaan Makar dan Buru Pemberi Perintah
BPBD Medan Ingatkan Warga Belawan, Labuhan, Marelan: Waspada Rob Sampai 13 November, Pasang Pukul 00.00 – 03.00 WIB
6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar
Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital
Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama
Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda
Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Amin
Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:53 WIB

UPDATE MALAM INI: Tersangka Penyadapan Masih 4 Orang, Bareskrim Kini Dalami Dugaan Makar dan Buru Pemberi Perintah

Minggu, 8 November 2026 - 13:56 WIB

BPBD Medan Ingatkan Warga Belawan, Labuhan, Marelan: Waspada Rob Sampai 13 November, Pasang Pukul 00.00 – 03.00 WIB

Sabtu, 7 November 2026 - 12:19 WIB

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar

Sabtu, 7 November 2026 - 11:26 WIB

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital

Sabtu, 7 November 2026 - 11:20 WIB

Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda

Berita Terbaru