KAI Setujui Pembangunan Jembatan di Gang Damai Medan

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – PT KAI Divre I Sumut menyetujui rencana pembangunan jembatan di kawasan Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia. Sebelumnya, warga melintas melalui pipa air lantaran jembatan tersebut rusak.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo menjelaskan bahwa lokasi rencana pembangunan tersebut berada di kilometer 5+800, yang merupakan bagian dari lintas nonaktif antara Stasiun Medan menuju eks Stasiun Pancur Batu.

“Terkait rencana penggunaan lahan tersebut untuk pembangunan jembatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi, pada prinsipnya KAI Divre I Sumatera Utara siap berkolaborasi dengan Pemkot Medan dengan tetap mengedepankan tata kelola yang sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG),” ungkap Anwar usai pertemuan di Kantor Bappeda Medan Kamis (23/4).

Baca Juga :  Rehabilitasi di Simokmok Dipercepat, Dinas SDA Sumut Ingin Petani Tersenyum Kembali

Rencana pembangunan jembatan ini diproyeksikan untuk memfasilitasi kebutuhan mobilitas masyarakat di sekitar lokasi tersebut. Lebih lanjut, Anwar mengatakan bahwa sehubungan dengan status lahan yang tercatat sebagai aset resmi KAI, penggunaan lahan oleh Pemkot Medan nantinya dapat dilakukan melalui mekanisme kerja sama pengelolaan aset.

 

“Langkah ini diambil guna memastikan seluruh proses administratif tetap berada dalam jalur regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Sebagai informasi, jalur nonaktif antara Stasiun Medan hingga eks Stasiun Pancur Batu ini dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) dan telah beroperasi sejak tahun 1907.

Baca Juga :  Lapas Kelas I Medan Tampung Aspirasi Warga Binaan, Wali Blok Jadi Penghubung Komunikasi

Pada awal abad ke-20, lintas ini memiliki peran vital dalam mendistribusikan komoditas unggulan Sumatera Utara seperti tembakau, karet, lateks, dan hasil perkebunan lainnya, selain juga melayani angkutan penumpang.

“Operasional jalur ini kemudian dihentikan secara resmi pada akhir tahun 1970-an seiring dengan berubahnya lanskap perkebunan yang berdampak pada penurunan produksi angkutan, serta semakin berkembangnya moda transportasi jalan raya di wilayah tersebut,” ucap Anwar.

 

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital
Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama
Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda
Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Amin
Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan
Wagub Sumut Tekankan Peran Strategis Organisasi Keagamaan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Wali Kota Medan dan Kapoldasu Sinergi Membangun dan Menjaga Kamtibmas di Kota Medan
Farianda Calon Tunggal Ketua PWI Sumut Periode 2026-2031, Austin Mundur
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:26 WIB

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital

Sabtu, 7 November 2026 - 11:23 WIB

Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama

Sabtu, 7 November 2026 - 11:20 WIB

Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda

Sabtu, 7 November 2026 - 11:17 WIB

Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Amin

Sabtu, 7 November 2026 - 11:15 WIB

Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan

Berita Terbaru