MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID— Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) menggelar Silaturahmi Akbar, halal bihalal, serta dialog hukum bersama para aktivis penggiat anti korupsi pada Jumat, 24 April 2026, di salah satu kafe di kawasan Jalan STM Ujung, Kota Medan. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan strategis antara elemen masyarakat sipil dan insan pers dalam memperkuat komitmen bersama terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.
Mengusung tema analisis publik terhadap kinerja aparat penegak hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca hari raya, tetapi juga wadah refleksi kritis atas dinamika penegakan hukum yang tengah menjadi sorotan publik. Sejumlah wartawan, pemimpin redaksi, serta pemilik media turut hadir, mempertegas pentingnya peran media dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas hukum.
Dalam sambutannya, Koordinator KAMAK, Azmi Hadly, menyampaikan pandangan visioner yang menggugah kesadaran kolektif. Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada slogan atau seremonial belaka, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang didorong oleh keberanian moral dan integritas semua pihak.
Azmi menyoroti bahwa publik hari ini semakin cerdas dan kritis dalam menilai kinerja aparat penegak hukum. Oleh karena itu, menurutnya, transparansi, konsistensi, dan keberanian dalam menindak tanpa tebang pilih adalah kunci utama untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara masyarakat sipil, media, dan lembaga penegak hukum merupakan fondasi penting dalam menciptakan sistem hukum yang bersih dan berkeadilan. Dalam pandangannya, media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam mengungkap fakta dan mengawal proses hukum agar tetap berada di jalur yang benar.
Lebih lanjut, Azmi mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak lelah bersuara dan mengawasi. Ia menyampaikan bahwa sejarah telah membuktikan, perubahan besar selalu dimulai dari keberanian kecil yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat namun penuh makna, diwarnai dengan diskusi terbuka yang menghadirkan berbagai perspektif kritis. Para peserta sepakat bahwa momentum ini harus menjadi titik tolak penguatan gerakan anti korupsi berbasis kolaborasi dan keberanian moral.
Melalui forum ini, KAMAK berharap lahirnya kesadaran baru bahwa pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama, dan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh keberanian hari ini dalam menegakkan keadilan.
Penulis : Ariswan
Editor : Yuli









