TAPANULI TENGAH, SUARASUMUTONLINE.ID – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan penyaluran bantuan pascabencana harus berbasis data valid agar tepat sasaran.
Penegasan itu disampaikan saat merespons keluhan warga Desa Lubukampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang mengaku belum menerima bantuan jatah hidup (jadup) dan hunian sementara, Senin (13/4/).
Bobby memastikan anggaran bantuan telah tersedia dan siap disalurkan, namun prosesnya bergantung pada validitas data dari pemerintah daerah.
“Anggarannya sudah ada, kami tinggal menunggu data. Jangan dibilang tidak menyalurkan, tanya ke pemerintah setempat,” tegasnya saat meninjau pembangunan tanggul Sungai Badiri.
Ia menjelaskan, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, penyaluran bantuan harus didasarkan pada data yang akurat dan terverifikasi.
Menurutnya, perbedaan kecepatan penyaluran bantuan di setiap daerah dipengaruhi kualitas pendataan di tingkat kabupaten/kota.
Pemprov Sumut, kata dia, terus melakukan pendampingan, termasuk di Tapanuli Tengah.
Bobby menambahkan, data korban bencana harus memuat klasifikasi kerusakan secara rinci, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat, termasuk kerusakan perabot rumah tangga.
“Penentuan bantuan hunian bergantung pada klasifikasi kerusakan. Itu menjadi kewenangan pemerintah daerah, mulai dari kepala desa, camat hingga bupati,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih serius dan konsisten dalam memperbarui data warga terdampak.
“Data masyarakat harus terus dicek. Jadikan itu pekerjaan harian agar tidak ada warga yang terlewat dari bantuan,” ujarnya.
Usai dari Kecamatan Badiri, Bobby melanjutkan kunjungan kerja ke wilayah terdampak lainnya di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Penulis : Yuli









