MEDAN, SUARASUMUTONLINE ID– Langkah penyelidikan terhadap dugaan ” Upeti” pada pemilihan Kepling Kecamatan Medan Johor menjadi Salah langkah penting dalam penanganan praktek-praktek pungli di jajaran Pemko Medan.
Informasi yang di himpun oleh tim suarasumutonline.id di Lapangan menyebutkan sejak perkara ini bergulir ke media pekan lalu. Inspektorat kota Medan langsung memanggil Plt. Camat Medan Johor Gunawan Peranginangin ST MM.Demografi.
” informasi terakhir Jumat lalu sudah diperiksa inspektorat dan hasilnya akan di laporkan kepada Walikota Medan,” ujar Sumber di Pemko Medan, Minggu ( 23/2).
Sementara itu, Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang dihubungi oleh redaksi suarasumutonlinr.id via telepon seluler tidak menjawab telpon yang berdering dan telpon WhatsApp yang terkirim hingga Minggu (23/2).
Uniknya, pada Sabtu (22/2) mulai banyak pihak yang gerah, bahkan pihak Kelurahan pangkalan Mansur sudah mulai mencari tahu informasi kebocoran ” upeti ” ini ke keluarga pihak Kepling yang belum di Lantik.
Berdasarkan berita terakhir di media sosial, tersirat narasi bahwa Pemilihan Kepling memegang belum sepenuhnya terlaksana dan baru kamis lali melakukan asesmen sesuai dengan edaran yang di dapat suarasumutonline.id. dan akan di umumkan pada Selasa (24/2) besok.
Ironisnya, kawasan yang disebut dalam data tersebut memang posisi yang sedang kosong dan tidak termasuk 6 Kelurahan yang 7 Kepling Kwala Bekala dan 1 Kepling Pangkalan Mansur yang sudah selesai esesment dan sudah terpilih dari bulan Januari 2026 yang SK nya masih di tahan Camat.
Sebelumnya diketahui Dari informasi yang dihimpun tim suarasumuonline.od diketahui sampai saat ini dari 6 Kelurahan ada 7 Kepling Kwala Bekala yang SK nya belum di serahkan dan 1 Kepling di Pangkalan Mansur yang juga SK nya masih ditahan oleh Camat Medan Johor, padahal kesemuanya sudah mengikuti ujian asesmen dan seluruh keplingnya sudah terpilih.
” Ya, Kepling sudah terpilih, tapi SK nya belum dikasih, kalau yang saya tahu itu bukan orang pilihan pak camat dan tidak ada setor sama Camat sampai saat ini, asli memang pilihan warga, ” jelas SS warga Kwala bekala kepada Suarasumutonline.id Jumat ( 20/2).
Ironisnya lagi, Kepling yang menang itu juga mendapat intervensi dari salah satu tokoh politik dari partai kuning yang tinggalnya di seputaran Medan Johor- Asrama Haji, yang calon keplingnya tidak terpilih.
” makanya gak berani orang kecamatan ngasikan SK nya, diintervensi sama sepuh partai politik warna kuning itu yang anaknya juga mantan anggota DPRD kota Medan,” ujar Sumber lagi.
Ditempat terpisah Camat Medan Johor Gunawan Peranginangin ST MM kepada suarasumutonline.id melalui WhatsApp membantah semua tuduhan tersebut.
” Untuk kepling Pangkalan Mansur 1 lingkungan Kwala Bekala 6 Linkungan belum diumumkan siapa yang diangkat jadi kepling karna masih ada riak-riak dilapangan, kebetulan di 7 lingkungan itu calon keplingnya lebih dari 1 orang.
Kalo pertanyaan ibu yang terpilih bukan orang saya, saya jelaskan bahwa tidak ada istilah “orang saya” artinya saya netral tidak ada kepentingan pribadi. Kalau soal upeti, silahkan ditanya ke semua kepling yang sudah kami angkat apakah ada ngasi upeti sama saya?,” terang nya.
Namun sayangnya saat ditanyakan apakah ada intervensi dari pihak luar khusunya salah satu tokoh politik kota Medan yang juga tinggal di seputaran Medan Johor, Plt. Camat Medan Johor ini pun bungkam hingga berita ini disiarkan. Bahkan terakhir kali, Sabtu (21/2) ditanyakan prihal pemeriksaan yang bersangkutan di inspektorat kota Medan melalui WhatsApp sama sekali tidak dibalas, meski pesan yang dikirim dibaca hingga berita ini disiarkan.
Penulis : Yuli









