Tapteng Perpanjang Status Tanggap Darurat 14 Hari, 19 Lokasi Bencana Masih Terisolasi

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPTENG, SUARASUMUTONLINE.ID-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi memperpanjang status masa tanggap darurat bencana hingga dua pekan ke depan.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengatakan langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan dan kesepakatan Pemkab bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di Ruang Cendrawasih Pandan, Minggu (7/12) malam.

Salah satu dasar perpanjangan tersebut adalah masih terisolirnya 19 lokasi bencana:

Simarpinggan
Pargaringan
Sialogo
Panjalihotan Baru
Muara Sibuntuon
Sibio-Bio
Bonandolok
Mardame
Naga Timbul
Rampah
Simaninggir
Desa Nauli
Bair
Aloban Bair
Mela Dolok
Tapian Nauli Saurmanggita
Sait Kalangan II
Hutanabolon
Sipange.

“Kemarin hasil rapat koordinasi memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat 14 hari ke depan. Kenapa? Karena masih ada 19 desa yang kondisinya belum dapat dijangkau atau diakses,” ujar Masinton didampingi Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis di GOR Pandan, Senin (8/12).

Ia menjelaskan, selama ini Tim Penanggulangan Bencana hanya dapat menggunakan jalur udara untuk menyalurkan bantuan. Bahkan perjalanan kaki menuju beberapa lokasi harus ditempuh berjam-jam.

Baca Juga :  Kejari Madina Gelar "Adhyaksa Peduli"

Masinton menambahkan, masih ada puluhan orang dalam pencarian. Jumlah korban jiwa saat ini mencapai 110 orang meninggal dunia, sementara sekitar 18.331 warga Tapteng mengungsi, baik di posko pengungsian maupun di rumah kerabat, keluarga, teman, atau saudara.

“Jadi atas dasar itu kami memperpanjang masa status tanggap darurat. Kondisi ini membuat pencarian dan evakuasi korban banjir bandang dan longsor belum optimal,” katanya.

Ia memaparkan bahwa penanganan berikutnya adalah penambahan alat berat. Saat ini terdapat sekitar 27 alat berat di Tapteng, namun jumlah tersebut masih sangat kurang.

“Karena sebagian besar wilayah Tapteng membutuhkan alat berat untuk membuka akses ke lokasi terdampak bencana yang masih terisolasi,” ujarnya.

Masinton menjelaskan, akses itu meliputi jalan, sungai yang dipenuhi kayu-kayu, pembersihan lumpur dan timbunan longsor, normalisasi aliran sungai, serta perbaikan jalan dan jembatan.

“Kebutuhannya berapa dan akan ditambah berapa, ini sedang kami hitung. Jenis-jenis alat beratnya juga sedang dihitung,” ucapnya.

Baca Juga :  Diikuti 7 Klub, Wali Kota Mahyaruddin Salim Buka Turnamen Bola Voli PBVSI Kota Tanjungbalai

Ia menargetkan setidaknya 20 alat berat tambahan harus tersedia agar akses ke lokasi terisolasi dapat dijangkau.

“Minimal segitu. Untuk upaya penanganannya, Kementerian Sosial juga telah membawa beberapa unit yang akan datang, dan kami sudah menyiapkan lokasinya,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam Rakor Penanggulangan Bencana di Ruang Cendrawasih Pandan, Minggu (7/12) malam, dilaporkan bahwa proses suplai kebutuhan masyarakat, seperti BBM, sudah lancar. Namun suplai LPG masih terbatas karena sejumlah infrastruktur rusak parah.

Suplai air bersih juga masih terbatas meskipun pemerintah pusat telah menyediakan tandon air. Sarana komunikasi terus membaik dan listrik berangsur normal, kecuali pada jaringan yang tertimpa longsor.

Untuk mempercepat pendistribusian bantuan, Pemkab Tapteng akan membuka posko penyaluran bantuan di beberapa titik, yakni Sukabangun, Badiri, Pandan, dan Sorkam.

Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, (Purn) Mayjen TNI Fajar Setiawan, mendukung penuh perpanjangan status tanggap darurat tersebut.

“Perpanjangan ini sudah tepat. Apabila memang diperlukan, bisa diperpanjang lagi,” ujarnya.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai Bersama Ribuan Warga Laksanakan Sholat Ied di Alun Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah
Ketua Senkom Sumut Kunjungi Pos Pengamanan Alun-Alun Sergai
Buka Puasa Bersama PWI Tanjungbalai, Wali Kota Mahyaruddin Salim: Momentum Pererat Silaturahmi dan Solidaritas Insan Pers Wujudkan Visi Tanjungbalai EMAS
Wali Kota Mahyaruddin Salim Bersama Forkopimda Tanjungbalai Tinjau Pos Pengamanan dan Pelayanan Lebaran
Desakan Pemindahan Rahmadi ke Nusa Kambangan Dinilai Berlebihan dan Sarat Kepentingan
Pengunjung Diskotek Blue Night di Langkat yang terjaring razia BNNP Sumut
Toke Bangunan Tanpa PBG Rajawali Anggar Beking
Dana Nasabah BNI Cabang Rantau Prapat Rp 28,5 M Diduga Raib
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:19 WIB

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai Bersama Ribuan Warga Laksanakan Sholat Ied di Alun Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:24 WIB

Ketua Senkom Sumut Kunjungi Pos Pengamanan Alun-Alun Sergai

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:39 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Bersama Forkopimda Tanjungbalai Tinjau Pos Pengamanan dan Pelayanan Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:37 WIB

Desakan Pemindahan Rahmadi ke Nusa Kambangan Dinilai Berlebihan dan Sarat Kepentingan

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:00 WIB

Pengunjung Diskotek Blue Night di Langkat yang terjaring razia BNNP Sumut

Berita Terbaru

Berita

Jabidi Ritonga : Perkuat Solidaritas dan Kaderisasi NU

Kamis, 19 Mar 2026 - 16:50 WIB