MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatera Utara bersama Persatuan Buruh Peduli K3 Sumatera Utara (PRABU), Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN), Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS), serta sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi damai di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumut I, Kamis (9/4).
Aksi yang berlangsung tertib tersebut dilakukan dengan cara yang cukup unik. Massa aksi menggelar makan siang bersama di pelataran parkir kantor BPJS Ketenagakerjaan. Ini sebagai bentuk simbolik solidaritas sekaligus pesan, bahwa para pekerja dan buruh merupakan pihak yang selama ini menopang keberlangsungan lembaga jaminan sosial tersebut.
Kegiatan ini merupakan aksi hari kedua, setelah sebelumnya kelompok yang sama juga menggelar aksi damai pada Rabu (8/4) di lokasi yang sama.
Ketua KSPSI AGN Sumatera Utara, T. M. Yusuf, dalam orasinya menegaskan, kehadiran para buruh dan pekerja di BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar sebagai peserta, tetapi juga sebagai pihak yang memiliki kontribusi besar terhadap keberlangsungan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Ini adalah aksi damai kami. Kami datang bukan untuk membuat keributan, tetapi untuk menegaskan bahwa kami ini adalah owner di BPJS Ketenagakerjaan. Setiap bulan kami membayar iuran ke BPJS TK, bahkan jumlahnya bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar,” tegas Yusuf.
Menurutnya, kontribusi besar para pekerja melalui iuran tersebut harus diimbangi dengan pelayanan yang transparan, cepat, dan berpihak kepada kepentingan pekerja, khususnya dalam hal perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Di tengah berlangsungnya aksi damai tersebut, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Utara I, I Nyoman Suarjaya, turun langsung menjumpai para peserta aksi di pelataran parkir kantor BPJS TK.
Ia kemudian mengajak perwakilan massa aksi untuk masuk ke dalam kantor guna melakukan dialog terbuka terkait tuntutan yang disampaikan.
Dialog antara pihak BPJS Ketenagakerjaan dengan perwakilan massa aksi berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh keterbukaan. Setelah dilakukan pembahasan secara langsung, diskusi antara kedua belah pihak akhirnya mencapai kata mufakat terkait sejumlah poin yang menjadi tuntutan dalam aksi tersebut.
Massa aksi tampak membawa sejumlah spanduk dan melakukan orasi secara bergantian, namun kegiatan berlangsung tertib, damai, dan tanpa insiden. Aparat keamanan juga terlihat berjaga untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif.
Koalisi elemen masyarakat yang tergabung dalam aksi tersebut menyatakan bahwa mereka akan terus mengawal berbagai persoalan yang berkaitan dengan hak pekerja dan sistem jaminan sosial, terutama yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan buruh di Sumatera Utara.
Penulis : Yuli









