Ekspor Karet Sumut Turun 8,7%, Tertekan Rendahnya Permintaan Global dan Pasokan Lokal

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID -Kinerja ekspor karet alam asal Sumatera Utara (Sumut) pada Oktober 2025 mengalami tekanan.

Data Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut menunjukkan, total volume ekspor tercatat 20.694 ton, turun 8,7% dibanding 22.653 ton pada September 2025. Secara tahunan, penurunan mencapai 17,9%.

Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah, mengatakan, meskipun pengapalan ke 23 negara tujuan masih berjalan, volume ekspor belum kembali ke pola normal bulanan sekitar 42.000 ton.

Hal ini menandakan tekanan signifikan pada pasar karet kita,” kata Edy Irwansyah, Selasa (2/12).

Pelemahan ekspor terutama disebabkan menurunnya permintaan global dan terbatasnya pasokan lokal.

Banyak negara importir besar menahan pembelian karena stok manufaktur tinggi, perlambatan industri otomotif di Asia Timur dan Eropa, serta ketidakpastian implementasi EUDR, meski Uni Eropa menunda penerapannya selama satu tahun.

Baca Juga :  Hemat Budget Hingga 40%! Mengapa Layanan Driver-Guide Kini Jadi Tren Baru di Kalangan Wisatawan VIP

Produksi lokal juga terganggu akibat curah hujan tinggi, yang menghambat penyadapan karet dan menekan pasokan bahan baku ke pabrik, sehingga berdampak pada volume pengolahan dan ekspor.

Harga karet rata-rata pada Oktober 2025 tercatat 172,2 sen AS per kg, sedikit lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Namun menjelang akhir November, harga kembali naik ke level 180 sen AS per kg.

Data Gapkindo mencatat 5 negara menjadi tujuan utama ekspor karet Sumut: Jepang (34,06%), Cina (13,05%), AS (10,84%), Brazil (10,81%), dan India (5,85%). Kelima negara ini menyerap lebih dari tiga perempat total ekspor.

Baca Juga :  Penurunan Komisi Ojol Berpotensi Merusak Pasar

Untuk pasar Eropa, 11 negara tercatat sebagai tujuan dengan total kontribusi 14,7%, terbesar Spanyol (4,39%), Polandia (3,41%), dan Turki (2,23%). Sementara Italia, Jerman, Prancis, dan Luksemburg menyumbang masing-masing di bawah 2%.

Menjelang akhir November, industri karet Sumut kembali menghadapi gangguan akibat banjir pada 27–28 November 2025. Sejumlah pabrik, depo kontainer, dan akses jalan menuju pelabuhan terdampak genangan, menyebabkan penundaan pengolahan dan pengapalan yang diperkirakan memengaruhi ekspor untuk November hingga awal Desember.

Edy menambahkan, secara keseluruhan, kinerja ekspor karet Sumut mencerminkan tekanan berlapis dari pasar global dan kondisi lokal.

Permintaan internasional melemah, produksi lokal menurun akibat cuaca, dan ketidakpastian kebijakan seperti EUDR berdampak langsung pada volume ekspor.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironis! Sumut Penghasil Sawit Terbesar, Rakyatnya Justru Susah Cari Minyak Goreng
Pelajari Manfaat Besar Analisis Kebijakan Publik di Sini!
Astra Daihatsu Makassar Alauddin, Solusi Mobil Baru dan Bengkel Resmi untuk Sahabat Daihatsu
Workshop Kilau Jelantah Ajak Ibu-Ibu Temanggung Ubah Minyak Goreng Bekas Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi
Hemat Budget Hingga 40%! Mengapa Layanan Driver-Guide Kini Jadi Tren Baru di Kalangan Wisatawan VIP
Konsisten Akselerasi Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Region I / Sumatera 1 Salurkan KUR Rp 677,5 Miliar hingga Februari 2026
Defisit APBN Bayangi Target 3 Persen, Menkeu Buka Opsi Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis
Inflasi Sumut Capai 3,96 Persen pada November 2025, BPS Soroti Kenaikan Harga Pangan dan Jasa
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:09 WIB

Ironis! Sumut Penghasil Sawit Terbesar, Rakyatnya Justru Susah Cari Minyak Goreng

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:00 WIB

Pelajari Manfaat Besar Analisis Kebijakan Publik di Sini!

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:28 WIB

Astra Daihatsu Makassar Alauddin, Solusi Mobil Baru dan Bengkel Resmi untuk Sahabat Daihatsu

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:01 WIB

Workshop Kilau Jelantah Ajak Ibu-Ibu Temanggung Ubah Minyak Goreng Bekas Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi

Selasa, 28 April 2026 - 15:21 WIB

Hemat Budget Hingga 40%! Mengapa Layanan Driver-Guide Kini Jadi Tren Baru di Kalangan Wisatawan VIP

Berita Terbaru

Berita

Warga Karo Hoki! 14 Orang Borong Laptop & Mesin Cuci

Sabtu, 20 Jun 2026 - 13:40 WIB

Daerah

“Siantar Darurat Kriminal, Timbul Lingga: Jangan Diam!

Sabtu, 20 Jun 2026 - 13:26 WIB