MEDAN, SSOL.ID – Sebagai Lapas Kelas I, beberapa hari ini Lapas Tanjung Gusta Medan kembali menjadi perhatian publik terkait dugaan beredarnya narkoba secara bebas dan diduga terkoordinir serta pembiaran, Senin (17/8/26).
Bahkan pemberitaan terkait peredaran narkoba tersebut, telah terbit di beberapa media online dan juga media sosial. Namun sangat disayangkan, walaupun viral Kalapas Tanjung Gusta Fonika Affandi, A.Md.IP., S.H., M.H. belum juga memberi keterangan resmi di media manapun.
Menanggapi hal ini Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Sumut Datok Arifin menanggapinya dengan serius.
“Jika memang benar terjadi, ini masalah sangat serius dan jangan dianggap angin lalu, sebab Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan harapan terakhir bagi masyarakat terutama dipihak keluarga pelaku kriminal yang ditahan, berharap Lapas bisa membuat pelaku kriminal bertaubat dan menjalankan hidupnya disaat bebas menjadi orang yang lebih baik. Tapi malah di lapas pula perbuatan kriminal itu terjadi dengan bebas, Gawat kali ini!” Tegas Datok Arifin dengan nada serius.
“Bayangkan saja narkoba bisa bebas beredar didalam lapas, berarti HP dan produk lainnya bisa beredar juga dan ini berarti seakan sudah terkoordinir dan seolah ada pembiaranan juga karena tak mungkin hanya melibatkan para napi tetapi kemungkinan besar ikut juga para oknum petugas nakal yang ada didalam dan diluar Lapas, sebab tak mungkin narkoba itu tiba-tiba bisa muncul di dalam Lapas tanpa ada kerjasama yang baik dari luar,” ungkapnya.
Datok Arifin juga menyoroti kepedulian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.
“Sebagai mantan Kapolda Sumatera Utara yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang membawahi Lembaga Pemasayarakatan, semestinya Pak Agus wajib perduli dengan pemberitaan ini jangan sampai masyarakat menilai miring dan krisis kepercayaan pada Pemerintah terutama kepada Pak Agusnya,” tekan ketua FPII Sumut. (*)
Penulis : Dt. Arifin









